Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Mei 2018 | 18.00 WIB

Dibanding Cak Imin, Rommy Dianggap Lebih Cocok Jadi Pendamping Jokowi

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dinilai masih main dua kaki dengan menawarkan diri sebagai cawapres kubu penantang Jokowi. - Image

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dinilai masih main dua kaki dengan menawarkan diri sebagai cawapres kubu penantang Jokowi.

JawaPos.com - Bursa calon wakil presiden (cawapres) tampaknya terlihat lebih ketat dibanding calon presiden (capres). Jika bursa capres mengerucut pada dua nama yakni Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto, namun tidak demikian dengan cawapres. Sejumlah nama untuk masing-masing kubu capres kini mencuat ke permukaan publik.


Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Saifuddin Asrori mengatakan, ada beberapa kelompok yang saat ini berusaha untuk menjadi cawapres Jokowi. Mereka antara lain kelompok TNI-Polri, birokrat, milenial, dan kalangan santri. Menurutnya, dari beberapa kelompok ini hanya kalangan santri yang cenderung lebih solid dan tidak menunjukkan segmentasi yang besar.


"Kelompok militer dan Polri terpecah pada banyak kubu. Begitu juga dengan kalangan pegawai negeri dan birokrat. Sementara kalangan santri cenderung masih solid, walaupun ada beberapa kelompok di kalangan santri," ujar Saifuddin dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Kamis (24/5).


Dari sejumlah kelompok yang ada, Saifuddin mengusulkan agar Jokowi lebih memilih cawapres dari kalangan santri. Pasalnya, santri memiliki potensi untuk bisa mengikuti semua perkembangan dan kebutuhan yang ada.


"Tentunya sosok yang perlu dipilih Jokowi bukan sekadar santri. Namun santri yang memiliki kapasitas intelektual yang sangat bagus. Ia memiliki kemampuan manajemen yang baik, serta menguasai isu teknologi dan ekonomi," katanya.


Saat ini di kalangan politik santri memang ada dua nama yang mencuat, yaitu Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy) dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Di antara nama itu, Saifuddin menyebut Romahurmuziy lebih unggul.


Sementara Cak Imin, menurut Saifuddin, terlalu kental warna politik. Cak Imin juga dinilai belum memperlihatkan kapasitas intelektual dan penguasaan bidang ekonomi dan teknokrasi.


Cak Imin terkesan menyandera Jokowi dengan syarat harus diambil sebagai cawapres. "Selain itu, Cak Imin masih main dua kaki dengan membuka opsi bisa berkoalisi dengan Prabowo," ungkapnya.


Menurutnya, Romahurmuziy memiliki sejumlah hal yang belum dipenuhi oleh Cak Imin. Misalnya, Romahurmuziy lebih mudah diterima semua kalangan santri.


Tidak hanya NU, namun juga Muhammadiyah dan berbagai organisasi Islam lainnya di Nusantara. Dalam sisa waktu ini, Romahurmuziy menurutnya bisa semakin mengentalkan dirinya sebagai seorang santri berintelektual.


Untuk itu, anggota Komisi XI DPR itu dinilainya perlu melakukan sejumlah hal. Misalnya, memunculkan sejumlah solusi yang dihadapi oleh bangsa ini, di antaranya menyampaikan cetak biru (blueprint) tentang deradikalisasi yang sesuai bagi bangsa ini.


"Untuk menggalang suara santri, Romahurmuziy bersama PPP menggagas gerakan santri berskala nasional yang dikampanyekan di lapangan atau ruang publik yang luas. Sehingga bisa memengaruhi opini masyakarat," tambah Saifuddin.


Ada sejumlah hal lain yang sebenarnya bisa dilakukan Romahurmuziy dalam waktu dekat ini. Apalagi didukung oleh infrastruktur partai yang kini bergerak hingga tingkat bawah.


Adapun di luar dua nama tersebut yang juga tokoh santri, seperti Mahfud MD dan Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul. Hanya saja keduanya terbentur kendaraan politik. Mahfud tak memiliki partai, sementara TGB masih di bawah bayang-bayang Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore