
Gubernur Jateng nonaktif Ganjar Pranowo berpartisipasi dalam sebuah flashmob bersama para relawan
JawaPos.com - Sekelompok pemuda, berkumpul di Gedung Serba Guna Desa Dasun, Kecamatan Lasem, Rembang, Senin (23/4). Mereka bukan sekedar kumpul biasa, tetapi mereka tengah memainkan fragmen petikan dari drama musikal khusus yang dibuat untuk Gubernur nonaktif Ganjar Pranowo, berjudul Sang Pengabdi Jateng.
Sekumpulan pemuda tersebut sedang mendalami peran masing-masing untuk fragmen Ganjar Sidak Jembatan Timbang Subah Batang. Rencananya, keseluruhan petikan pertunjukkan seni ini bakal ditampilkan pada awal Mei mendatang.
"Ini apa, buka semua laci, apa-apaan ini?!" kata salah seorang seorang pemuda bertubuh tinggi besar mengeras. Ia kemudian membanting tumpukan amplop yang ditemukan di meja di depan dua orang figuran berperan sebagai petugas Jembatan Timbang Subah Batang.
Diketahui, sosok pemuda tinggi besar tadi adalah Fitra Dwi Satria, 19, pemeran Ganjar Pranowo. Dimana ia kemudian mengaku sangat antusias berlatih memainkan sosok idolanya. "Mungkin besok rambutnya dibikin putih biar semakin mirip," katanya terkekeh.
Bersama sekitar 100 pemain lainnya, Satria, sapaan akrabnya berlatih setiap hari. Para pemain berasal dari beragam kalangan. Dari pelajar SMA, mahasiswa, hingga karyawan swasta.
Bertindak sebagai sutradara dalam pementasan ini adalah Baba Basalama, anggota Seknas Jokowi Rembang. Pentas yang mengambil ide cerita dari buku Gubernur Jelata karya Agus Becak ini diketahui memang digagas oleh relawan pendukung Presiden Joko Widodo.
Sesuai buku, drama memainkan beberapa potongan kisah kala Ganjar menjadi gubernur di periode 2013-2018. Seperti Ganjar diusir tukang parkir, dicurhati ibu hamil, disukai orang gila, atau ketika memakai sepatu ngelokop.
"Paling suka ketika diusir tukang parkir, ceritanya Pak Ganjar yang datang ke suatu acara dengan mobil Innova malah diusir. Kata tukang parkir, tempat itu mau buat parkir gubernur. Ketika tahu di dalam mobil memang pak gubernur, ketawa lah semua orang," ungkap Satria.
Dibeberkannya, saat ini proses latihan telah mencapai 70 persen. Mereka nampak percaya diri ketika menunjukkan sebagian hasil latihannya di Gedung Desa Dasun. Apalagi Ganjar sendiri berkesempatan menyaksikan secara langsung.
Selain fragmen drama musikal, pada acara yang diikuti ratusan orang itu juga digelar flashmob. Ratusan pemuda dan ibu-ibu menari bersama dengan iringan lagu Goyang Gayeng. "Koreografinya dibikin bareng saya dan mas Baba, saya suka dance soalnya," kata Satria.
Warga asli Desa Desa Bangunrejo, Kecamatan Pamotan itu berharap, drama musikalnya bisa menambah referensi masyarakat tentang sosok Ganjar Pranowo. "Semoga Pak Ganjar juga bisa nonton versi lengkapnya nanti," pinta mahasiswa yang bercita-cita jadi programmer ini.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
