
Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mengunjungi rumah Ketua PRKJ Agus Sugiarto, Rabu (28/3).
JawaPos.com - Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapat hadiah sebuah blangkon kala menyambangi Desa Pekuncen, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Rabu (28/3). Bukan sekedar blangkon, penutup kepala itu disimbolkan sebagai penghormatan tertinggi.
Penghormatan tersebut diperoleh Ganjar saat bertemu dengan masyarakat adat Cilacap yang tergabung dalam Paguyuban Resik Kubur Jerotengah (PRKJ). Selain bermakna penghormatan, ikat kepala juga diberikan sebagai hadiah sekaligus doa agar Ganjar tetap menduduki kursi tertinggi di Provinsi Jawa Tengah.
Kepada Ganjar, Ketua PRKJ Agus Sugiarto mengatakan, masyarakat adat yang ada Cilacap saat ini merasa kurang mendapat perhatian pemerintah. Padahal, mereka menjadi pelestari adat dan kearifan lokal yang semakin tergerus modernisasi.
Satu hal yang menjadi keprihatinan adalah adanya stereotip kaum adat sebagai warga yang lekat dengan klenik dan cenderung berbuat negatif. Hal ini, katanya kian berkembang di masyarakat karena pengaruh televisi.
"Apalagi kalau di sinetron-sinetron televisi biasa digambarkan kalau kaum orang memakai blankon itu sebagai sosok orang yang jahat," ucapnya kepada Ganjar.
Dikatakan Agus, dirinya beserta warga PRKJ memang sehari-hari biasa memakai blankon. Tak terkecuali ketika menerima kedatangan Ganjar, seluruhnya mengenakan ikat kepala tradisional itu. Pada dialog itu pun, ia mengaku senang lantaran ini merupakan kali pertama desanya dikunjungi oleh gubernur, meski Ganjar sendiri sekarang berada pada masa nonaktif.
"Kami senang akhirnya ada gubernur yang datang ke sini dan Pak Ganjar satu-satunya gubernur yang pernah berkunjung di sini. Pak Ganjar orangnya merakyat, kami senang punya pemimpin seperti beliau," ucapnya.
Agus Sugiarto menceritakan, anggotanya di Kabupaten Cilacap saat ini sebanyak 12 ribu orang. Menurut Agus, di sejumlah kabupaten lain di Jawa Tengah juga terdapat PRKJ. "PRKJ terbentuk sekitar tahun 1970. Meski demikian, kami belum terdaftar secara resmi di pemerintah," terangnya.
Menanggapi laporan tersebut, Ganjar menerangkan bila dirinya selalu memperhatikan tentang masyarakat adat dan seluruh budaya yang beragam di Jawa Tengah. Ketika masih aktif menjadi Gubernur Jateng ada kebijakan memakai busana adat setiap tanggal 15 dan pemakaian bahasa Jawa di lingkungan Provinsi Jateng.
Calon gubernur nomor urut satu ini bahkan sempat membuka handphone-nya kemudian menunjukan sebuah foto ketika dirinya memakai baju adat Jawa dan memakai blankon saat upacara resmi di lingkungan Pemprov.
Kepada wartawan, Ganjar menyatakan masyarakat adat di Jawa Tengah masih terdapat beberapa. Ia pun menyampaikan mandat Presiden Joko Widodo yang meminta untuk melestarikan keberadaan mereka.
"Misalnya di daerah Kudus, Pati, dan Blora ada sedulur sikep. Sementara secara umum masyarakat ada di Indonesia semakin berkurang. Pak Presiden Jokowi berpesan supaya seluruh masyarakat adat harus tetap dijaga keberadaannya dan diberi dukungan sepenuhnya oleh pemerintah," kata Ganjar.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
