
Salah satu screen shot pesan Eep Safulloh ke Rosiana Silalahi
JawaPos.com - Batalnya Anies-Sandi menghadiri acara debat di sebuah stasiun televisi tadi malam cukup mengejutkan. Sebab, keputusan tersebut diambil secara mendadak.
Senin (3/4) pagi, beredar pesan WhatsApp konsultan politik Anies-Sandi, Eep Saefullah kepada presenter dan jurnalis senior Rosiana Silalahi. Isinya terkait alasan paslon tersebut urung hadir di acara "Rosi" yang dipandu Rosiana.
Sumber internal JawaPos.com membenarkan jika pesan tersebut berasal dari Eep kepada Rosi-panggilan akrab Rosiana Silalahi.
Berikut petikan lengkapnya:
Rosi yang baik,
Mengenai acara Rosi nanti malam, ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan.
Kami sangat sungguh-sungguh soal berkeinginan untuk menyejukkan putaran kedua Pilkada Jakarta ini. Mas Anies, Bang Sandi,
Mbak Ferry, Mpok Nur, dan semua bagian tim yang bergerak di lapangan, bertemu warga di banyak tempat, menemukan betapa pertentangan sudah sebegitu tajam dan kompetisi sudah begitu memanas.
Dalam situasi seperti ini kami merasa tak punya pilihan selain berikhtiar seoptimal mungkin untuk bersikap dan berlaku konstruktif, apalagi berkaitan dengan tayangan live di televisi yang akan luas ditonton seperti acara Rosi ini.
Karena sebab itulah kami meminta agar lebih baik mengambil format acara yang lebih kekeluargaan, memfasilitasi tukar gagasan dan perluasan gagasan sambil meminimalkan kesan pertentangan yang imbasnya ke bawah akan bersifat langsung dan mencemaskan.
Kalo bukan kita, siapa lagi yang harus bersikap konstruktif seperti ini? Bagi kami, ini sangat prinsipil dan merupakan kenyataan di lapangan yang harus terus dihitung dari waktu ke waktu. Karena kebutuhan perhitungan terus-menerus ini pulalah sikap kami soal ini makin menguat belakangan ini.
Jadi, tidak ada niat kami untuk membuat repot Kompas TV atau dengan sengaja mengajukan permohonan di waktu yang sangat dekat dengan acara Rosi. Insya Allah tak ada sama sekali niat itu.
Perkembangan dari detik ke detik, menit ke menit, jam ke jam dan hari ke hari lah yang menuntut kami makin menjaga sikap konstruktif kami (dan kita).
Untuk itulah, sekali lagi saya tegaskan apa yang sudah Bidang Media (via Naufal) sampaikan kemarin: Bahwa kami meminta agar formatnya bukan debat antar Cawagub tetapi talkshow yang lebih casual dengan menhadirkan Cawagub sebagai narasumber, dan audiencesnya kita batasi hanya 30-50 undangan khusus saja.
Dengan format ini maka kita bisa minimalisasi ekses emosional dari acara Rosi ke penonton di berbagai pelosok Jakarta dan kita jaga sehinggga acara Rosi lebih fokus ke soal pertukaran dan perluasan gagasan.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
