
NH-Aziz di sela-sela kunjungannya di pesantren di Makassar, Selasa (20/3).
JawaPos.com - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel nomor urut 1, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) menegaskan komitmennya untuk memberikan perhatian lebih pada pengembangan pesantren. Kelak jika terpilih, pasangan nasionalis-religius itu menjanjikan bantuan untuk pesantren.
NH-Aziz juga menyiapkan program peningkatan kualitas pendidikan, termasuk di lingkungan pesantren. Perhatian terhadap pengembangan pesantren tidak lepas lantaran NH-Aziz memandang strategis keberadaan model pendidikan ala Islam.
Terlebih, dari empat pasangan kandidat hanyalah pasangan nomor urut 1 ini yang berlatar belakang pesantren. Aziz diketahui merupakan tokoh nasional yang dibesarkan dan kini membesarkan pesantren. Bahkan, ia tinggal dalam lingkungan pesantren.
"Tidak ada keraguan, InshaAllah jika kami ditakdirkan memimpin Sulsel, kami akan memperhatikan pendidikan pesantren. Saya ini orang pesantren sehingga tahu betul apa yang dibutuhkan pesantren dan akan melakukan yang terbaik buat pengembangan pesantren," kata Aziz, Selasa (20/3).
Aziz menerangkan pesantren mesti melahirkan politisi andal yang berkontribusi pada kemaslahatan umat. Pesantren tidak boleh terlalu kaku dan menyalahartikan politik. Kata dia, stigma politik itu kotor merupakan kekeliruan mengingat semuanya bergantung pada individu. Sudah semestinya, kader pesantren hadir dalam sistem politik untuk memberikan pencerahan dengan melahirkan kebijakan populis.
"Stigma politik itu kotor adalah sesat, bila dikonsumsi mentah-mentah. Segala aspek kehidupan sekarang selalu diputuskan melalui kebijakan politik, maka semakin banyak politisi yang pro kepada umat dan rakyat maka semakin bagus pula kehidupan beragama dan bernegara kita," terang Aziz yang pernah tiga kali menjadi anggota DPD RI ini.
Senada dengan Aziz, NH menyampaikan posisi pesantren sangat strategis, termasuk dalam implementasi programnya. Ia mencontohkan program keumatan dengan membangun Rumah Alquran di tiap desa membutuhkan ribuan guru mengaji. Dengan asumi dua guru mengaji di tiap Rumah Alquran, pihaknya membutuhkan sedikitnya butuh 6 ribu guru mengaji untuk menjalakan program keumatan.
"Kebutuhan minimal 6 ribu guru mengaji itu kita harapkan bisa dipasok dari pesantren-pesantren yang ada. Makanya, NH-Aziz memberikan atensi, termasuk bantuan untuk pesantren agar anak-anak kita yang mondok bisa lebih nyaman dan fokus belajar. Muaranya ya kita harapkan output yang lebih berkualitas," tutup mantan Ketua PSSI itu.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
