Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Maret 2018 | 13.15 WIB

NH-Aziz Pimpin Sulsel, Pesantren Dijamin Makmur

NH-Aziz di sela-sela kunjungannya di pesantren di Makassar, Selasa (20/3). - Image

NH-Aziz di sela-sela kunjungannya di pesantren di Makassar, Selasa (20/3).

JawaPos.com - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel nomor urut 1, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) menegaskan komitmennya untuk memberikan perhatian lebih pada pengembangan pesantren. Kelak jika terpilih, pasangan nasionalis-religius itu menjanjikan bantuan untuk pesantren.


NH-Aziz juga menyiapkan program peningkatan kualitas pendidikan, termasuk di lingkungan pesantren. Perhatian terhadap pengembangan pesantren tidak lepas lantaran NH-Aziz memandang strategis keberadaan model pendidikan ala Islam.


Terlebih, dari empat pasangan kandidat hanyalah pasangan nomor urut 1 ini yang berlatar belakang pesantren. Aziz diketahui merupakan tokoh nasional yang dibesarkan dan kini membesarkan pesantren. Bahkan, ia tinggal dalam lingkungan pesantren.


"Tidak ada keraguan, InshaAllah jika kami ditakdirkan memimpin Sulsel, kami akan memperhatikan pendidikan pesantren. Saya ini orang pesantren sehingga tahu betul apa yang dibutuhkan pesantren dan akan melakukan yang terbaik buat pengembangan pesantren," kata Aziz, Selasa (20/3).


Aziz menerangkan pesantren mesti melahirkan politisi andal yang berkontribusi pada kemaslahatan umat. Pesantren tidak boleh terlalu kaku dan menyalahartikan politik. Kata dia, stigma politik itu kotor merupakan kekeliruan mengingat semuanya bergantung pada individu. Sudah semestinya, kader pesantren hadir dalam sistem politik untuk memberikan pencerahan dengan melahirkan kebijakan populis.


"Stigma politik itu kotor adalah sesat, bila dikonsumsi mentah-mentah. Segala aspek kehidupan sekarang selalu diputuskan melalui kebijakan politik, maka semakin banyak politisi yang pro kepada umat dan rakyat maka semakin bagus pula kehidupan beragama dan bernegara kita," terang Aziz yang pernah tiga kali menjadi anggota DPD RI ini.


Senada dengan Aziz, NH menyampaikan posisi pesantren sangat strategis, termasuk dalam implementasi programnya. Ia mencontohkan program keumatan dengan membangun Rumah Alquran di tiap desa membutuhkan ribuan guru mengaji. Dengan asumi dua guru mengaji di tiap Rumah Alquran, pihaknya membutuhkan sedikitnya butuh 6 ribu guru mengaji untuk menjalakan program keumatan.


"Kebutuhan minimal 6 ribu guru mengaji itu kita harapkan bisa dipasok dari pesantren-pesantren yang ada. Makanya, NH-Aziz memberikan atensi, termasuk bantuan untuk pesantren agar anak-anak kita yang mondok bisa lebih nyaman dan fokus belajar. Muaranya ya kita harapkan output yang lebih berkualitas," tutup mantan Ketua PSSI itu.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore