Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Juni 2018 | 00.43 WIB

Guru PAUD di Blitar Siap Coblos Khofifah

Cagub Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama ribuan guru PAUD dan TK di Blitar, Rabu (20/6). - Image

Cagub Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama ribuan guru PAUD dan TK di Blitar, Rabu (20/6).

JawaPos.com - Pemungutan suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) 2018 kurang seminggu lagi. Tepatnya pada 27 Juni mendatang. Dengan waktu tersisa, Calon Gubernur (Cagub) Jatim Khofifah Indar Parawansa semakin rajin menyapa masyarakat.


Rabu (20/6) ini, Khofifah menyapa ribuan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) di Blitar. Mereka tergabung dalam Ikatan Guru Taman Kanak-kanak/kelompok bermain Muslimat NU (IGTKM/IGKBMNU). Organisasi tersebut di bawah naungan Yayasan Muslimat NU (YMNU).


Kedatangan Khofifah mendapat sambutan hangat dari para guru PAUD dan TK Muslimat NU. "Kami di Muslimat dan guru solid mendukung Bu khofifah. Saat puasa dan momen hari raya ini semakin menguatkan suara Ibu Khofifah," kata Ketua Muslimat NU Blitar Masluchi.


Masluchi menambahkan, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Bersama partai pengusung, mereka juga menggaet para pemilih di luar anggota Muslimat NU.


"Kami juga terus melakukan penyapaan-penyapaan. Termasuk yang ada di Blitar Selatan. Kami selalu ikhtiar. Kami tetap solid untuk suara Muslimat. Kami menyeser suara-suara yang berada di luar Muslimat," tuturnya.


Melihat kondisi politik yang semakin panas, Masluchi menegaskan bahwa tetap berkampanye dengan santun. Sekalipun sejumlah oknum mulai menggunakan kampanye hitam dan negatif untuk meredam pasangan Khofifah-Emil. "Kami usahakan ikhtiar lahir batin. Dari bu Khofifah harus kampanye dengan manis, baik dan santun tanpa menyakiti yang lain," ungkapnya.


Di depan massa pendukung, Khofifah memuji kegigihan para guru PAUD/TK tersebut. Belajar dari negara Jepang saat tragedi bom atom, Khofifah ingin guru diperhatikan dan menjadi unjuk tombak suri taulan bagi anak-anak.


"Saya melihat guru TK dan PAUD di sini banyak perempuannya. Perempuan adalah ibu bagi sekolahnya. Ibu menjadi penting bagi proses pendidikan putra-putrinya. Guru PAUD juga penting. Karena nandur (menanam, red) akhlak bagi bagi siswa-siswinya," imbuh Khofifah.


Khofifah menegaskan, keberadaan seorang guru sangat penting. Mereka memiliki andil sebagai pencetak generasi penerus bangsa. Guru juga sebagai pejuang di masyarakat karena ikut berjuang melawan kebodohan.


"Perjuangan Bung Karno adalah berkorban untuk rakyatnya. Bukan mengorbankan rakyatnya. Begitu juga dengan para pengorbanan guru TK dan PAUD di sini," tegas Ketua Umum Muslimat NU itu.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore