Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Juni 2018 | 21.46 WIB

Selain Gratis, Emil Ingin Pendidikan Berkualitas

Cawagub Jatim Emil Elestiano Dardak. - Image

Cawagub Jatim Emil Elestiano Dardak.

JawaPos.com – Program pendidikan gratis akan menjadi topik hangat dalam debat publik ketiga Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) 2018. Acara dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (23/6) mendatang.


Di Jatim sendiri, pendidikan gratis pernah diterapkan di sejumlah daerah. Salah satunya di Surabaya. Namun program tersebut berhenti setelah pengelolaan SMA/SMK diambil alih pemerintah provinsi.


Hal itulah yang mendapatkan perhatian dari Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jatim Emil Elestianto Dardak. Dia bersama Calon Gubernur (Cagub) Jatim Khofifah Indar Parawansa siap memperjuangkan pendidikan gratis. Sebuah program untuk pengembangan dunia pendidikan sudah disiapkan. Namanya Tis Tas atau pendidikan gratis dan berkualitas. 


Tis Tas sekaligus akan menjadi jawaban bagi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk melanjutkan program pendidikan gratis. Tentu bukan hanya Surabaya. Kabupaten/kota yang sudah siap menjalankan pendidikan gratis untuk tingkatan SMA/SMK, harus ikut memberikan kontribusi.


"Kabupaten kota yang memang sudah siap, selayaknya juga ikut berkontribusi. Seperti katanya Surabaya. Saya sampaikan kepada Ibu Risma, kami mengusung pendidikan gratis, Bu Risma. Jadi kalau kami yang jadi gubernur dan wakil gubernur, Ibu Risma di Surabaya siap gratis. Kami kembalikan sistem gratis. Kami perjuangkan di garis yang paling terdepan,” tegas Emil di Surabaya, Rabu (20/6).


Bagi Emil, program pendidikan gratis bukan hal istimewa. Semua pasangan calon sama-sama memiliki komitmen dalam hal terebut. Namun ada satu hal yang menjadi catatan khusus. Selain gratis, pendidikan juga harus berkualitas. Sehingga ke depannya mampu melahirkan generasi yang berkualitas.


"Karena rendahnya angka partisipasi di tingkat pendidikan menengah atau SMA/SMK, bukan hanya karena masalah biaya. Tapi juga masalah keyakinan. Apakah investasi waktu tiga tahun sekolah itu sepadan dengan hasilnya. Apakah ada lapangan pekerjaan yang lebih baik,” papar Emil.


Masih banyak sekali angka pengangguran yang disumbang dari lulusan SMK. Tercatat ada 1.700 SMK swasta yang menampung 400 ribu murid dari total 700 ribu murid. Inilah yang menjadi pekerjaan rumahnya.


Selain itu, Emil juga memberikan perhatian terhadap kesejahteran guru. Terutama guru-guru sekolah swasta. Salah satunnya dengan meberikan peluang kepada para guru honorer unuk madapatkan tunjangan setifikasi.


“Saya ketemu guru swasta. Mereka ingin dapat kesempatan didorong untuk sertifikasi. Ini loh maksudnya, ayo kita ajak masyarakat. Kalau bicara gratis, 1 hari selesai urusannya. Tinggal nanti dilihat mana kontribusi dari kabupaten/kota, mana dari provinsi, atau full provinsi," tandas Emil.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore