
INSPEKSI: Ketua KPU RI M. Afifuddin (kanan) mengecek surat suara di percetakan PT Inpera Pratama Indonesia di Pandaan, Pasuruan, Kamis (17/10). (EKO HENDRI SAIFUL/JAWA POS)
JawaPos.com - Memasuki 40 hari jelang pemungutan suara Pilkada Serentak 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI ingin memastikan bahwa produksi logistik berjalan maksimal. Kemarin (17/10) KPU RI turun langsung untuk melakukan supervisi.
KPU RI mengunjungi dua lokasi yang menjadi tempat pencetakan surat suara.
Yakni, percetakan PT Antar Surya Jaya di Jalan Rungkut Industri, Surabaya, dan PT Inpera Pratama Indonesia di Jalan Stadion, Pandaan, Pasuruan. Keduanya memproduksi surat suara untuk pilkada sebagian daerah di luar Jawa. Di antaranya, Kalimantan dan Papua.
Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin memimpin langsung sidak didampingi komisioner KPU Jatim dan Bawaslu RI. Dalam keterangannya, Afif mengatakan bahwa produksi surat suara sudah mencapai lebih dari 50 persen.
"Kita ingin memastikan produksi dan pengiriman logistik pilkada maksimal," kata Afif. "Sisa 40 hari, saya optimistis selesai tepat waktu," tambahnya.
Terkait distribusi logistik, Afif menyebutkan bahwa KPU RI sudah menjalin kerja sama dengan Polri dan TNI. Pengiriman untuk daerah-daerah yang sukar dijangkau akan dibantu TNI dan Polri.
Khusus untuk Jatim, Ketua KPU Jatim Aang Kunaifi juga memastikan bahwa produksi surat suara berlangsung aman. Prosesnya sudah mencapai 60 persen. Pengiriman ke daerah terpencil dan terjauh menjadi prioritas. "Sudah dicek semuanya. Pencetakan di beberapa titik ini juga dilakukan untuk memudahkan distribusi," kata Aang.
Waspadai Cuaca hingga Integritas Anggota KPU
Terpisah, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menyatakan, cuaca akan menjadi tantangan tersendiri dalam penyaluran logistik pilkada ini. Terlebih, untuk penyaluran di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). "Karena pilkada ini kan November, jadi pengiriman logistiknya tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas, dan tepat sasaran," ujarnya dalam diskusi di Kementerian PPPA di Jakarta kemarin (17/10).
Karena itu, perencanaan penyaluran logistik tersebut diminta sangat matang. Titi mendesak KPU agar memiliki mitigasi risiko dan menyusun strategi secara detail.
Selain cuaca, KPU didorong untuk menyupervisi penyelenggara pemilu di daerah. Terutama di daerah Maluku hingga Papua. Menurut Titi, di daerah-daerah tersebut, tantangannya bukan hanya perkara geografis dan bentang alam, melainkan juga integritas KPU-nya.
Sebab, Papua menjadi daerah yang paling banyak dilaporkan adanya pelanggaran kode etik penyelenggara pemilunya pada Pemilu 2019 dan pilkada 2020. "KPU juga harus memastikan integritas penyelenggara pemilu, khususnya di Papua," sambungnya. (hen/mia/bay)

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
