Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Februari 2024 | 20.28 WIB

Ayo Kawal Pemilu dari Kecurangan, Tiga Paslon Sama-Sama Yakin Menang Dominan

ILUSTRASI: Surat suara.

JawaPos.com - Karena kekhawatiran kualitas penyelenggaraan Pemilu 2024, gerakan mengawasi hajatan demokrasi itu pun kembali bangkit. Tiga di antaranya bahkan kemarin (13/2) mengumumkan bersepakat untuk berkolaborasi melakukan pengawasan: JagaSuara, Jaga Pemilu, dan Kawal Pemilu.

Data yang dibagikan antar ketiga platform adalah foto-foto formulir C hasil di tempat pemungutan suara (TPS) untuk digunakan sebagai dasar penghitungan suara independen. Masyarakat yang ingin berpartisipasi hanya perlu mengunggah fotonya ke salah satu platform. ”Kalau ditanya sebulan lalu, Kawal Pemilu ada atau tidak pada Pemilu 2024, saya jawabnya tidak ada,” ujar co-founder kawalpemilu.org Elina Ciptadi ketika dihubungi Jawa Pos Sabtu (10/2).

Ada dua titik penting yang membuat semua orang yang terlibat dalam Kawal Pemilu pada 2014 dan 2019 kembali yakin bahwa platform mereka harus kembali. Titik penting pertama itu adalah apakah Pilpres 2024 akan satu putaran atau dua putaran. Hasil berbagai survei dan jajak pendapat telah mendekati 50 persen. ”Artinya, satu atau dua putaran pemilu ini ada dalam margin of error,” ungkapnya.

Dengan kondisi itu, diprediksi hasil pemilu putaran kedua akan tipis raihan suaranya. Karena itulah kemudian Kawal Pemilu merasa masih perlu melakukan pengawalan. ”Tapi, masih ada yang bertanya emang harus kita (kawalpemilu.org, Red) yang mengawasi. Kan ada Situng KPU,” ujarnya.

Apalagi, menengok kilas balik pada 2019, Situng KPU bisa lebih cepat beberapa jam dari kawalpemilu.org dalam menyalin semua C1 atau kini disebut C hasil. Namun, ternyata belakangan terdapat informasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang sempat menyebut Situng digantikan dengan Sirekap. Dalam Sirekap itulah kini C hasil tidak lagi dipublikasikan dalam bentuk foto C hasil secara langsung. Melainkan dalam bentuk diagram.

Itu alasan kedua yang meyakinkan bahwa Kawal Pemilu harus aktif lagi. Walau ternyata KPU mengklarifikasi bahwa foto C hasil ternyata tetap akan dipublikasikan melalui infopemilu.kpu.go.id. ”Kami seneng banget karena tetap dibuka,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Elina mengajak semua orang yang merasa ingin mengawal suaranya untuk menggunakan kawalpemilu.org. Hanya perlu handphone dan waktu antara 10 hingga 20 detik untuk memfoto C hasil, lalu meng-upload-nya. ”Ayo, semua bisa mengawal suaranya,” tutur dia.

Sementara itu, di balik Jaga Pemilu yang dideklarasikan 21 November 2023 lalu, terdapat beberapa tokoh yang menginisiasi gerakan tersebut. Di antaranya mantan Komisioner KPK Erry Riyana Hardjapamekas, mantan Wakil Koordinator BP ICW Luky Djani, dan Guru Besar Antropologi Hukum UI Prof Sulistyowati Irianto.

Sekretaris Komite Eksekutif Gerakan Jaga Pemilu Luky Djani menjelaskan, Jaga Pemilu lahir dari berbagai diskusi informal, forum-forum daring, atau pertemuan terbatas yang merasakan hal yang sama. ”Merasakan adanya gejala kemunduran demokrasi,” tuturnya.

Dari kampus, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mendirikan wadah bagi masyarakat untuk bisa ikut serta mengawal jalannya Pemilu 2024 hari ini.

Masyarakat bisa mendaftar dan melaporkan temuan-temuannya melalui Garda Pengawal Pemilu BEM SI melalui tautan bit.ly/KawalPemiluBEMSI.

”Inisiasi ini jauh sebelum film Dirty Vote muncul. Namun, ketika ada film ini, jadi semakin memperkuat dugaan sebelumnya,” papar Koordinator Politik dan Demokrasi BEM SI Hanif Alfattah kemarin. (idr/mia/c9/ttg)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore