Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 November 2018 | 00.25 WIB

Jelaskan soal Rokan Hingga Freeport, Jokowi: Gimana Bisa Antek Asing?

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan capaian pemerintah untuk menasionalisasi sejumlah perusahaan tambang Penanaman Modal Asing (PMA), hingga Merah-Putih memiliki saham mayoritas. Diharapkan ini menjawab isu bahwa dirinya antek asing. - Image

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan capaian pemerintah untuk menasionalisasi sejumlah perusahaan tambang Penanaman Modal Asing (PMA), hingga Merah-Putih memiliki saham mayoritas. Diharapkan ini menjawab isu bahwa dirinya antek asing.

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus diisukan pro terhadap Tiongkok. Bahkan tak tanggung-tanggung Jokowi disebut sebagai antek asing.


Menanggapi hal tersebut, Presiden Jokowi membantah dengan tegas. Menurutnya apa yang dilakukannya selama ini berpihak kepada rakyat Indonesia.‎


"Bagaimana bisa antek asing? Blok Rokan dikelola Chevron berapa puluh tahun, sekarang dipegang Pertamina 100 persen. Blok Mahakam 100 persen juga milik Pertamina," kata Jokowi saat membuka Rapat Kerja Nasional Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) Jokowi-Ma'ruf Amin di Hotel Fairmont, Jakarta, Sabtu (3/10).


Selain itu, Presiden Jokowi mengklaim juga berhasil menyelesaikan divestasi saham PT Freeport Indonesia. Jokowi mengakui, proses negosiasinya tidaklah mudah dan penuh tekanan.


Namun hal itu tidak menjadikan pemerintah takut.‎ "Dipikir 3,5 tahun memperebutkan ini mudah? Nggak ada ditekan (dari) kanan kiri atas bawah?" kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.


"Kalau nggak ada tekanan, ya dari dulu sudah dapatkan (saham mayoritas). Ini sesuatu tak mudah. Alotnya negoisasi hadapi tekanan. Saya sampaikan ke menteri, saya maunya mayoritas," katanya lagi.


Akhirnya usai 3,5 tahun perundingan yang alot, Indonesia dalam proses memiliki 51 persen saham perusahaan pertambangan emas tersebut. Jokowi lebih lanjut mengatakan, munculnya nyinyiran antek asing berawal dari isu serbuan tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok.


Padahal, lanjutnya, pemerintah justru meminta 10 juta turis asal Tiongkok untuk berlibur ke Indonesia. Sebab, selama ini 180 juta turis asal Tiongkok justru melirik destinasi lain selain Indonesia.


"Ini dipikir 10 juta itu TKA. Padahal kalau kita lihat TKA di Indonesia itu kecil sekali. Nggak ada 1 persen. Coba lihat di UEA 80 persen TKA, Arab 34 persen, Malaysia 5,4 persen. Kita 0,03 persen. TKA mana? Tunjukkan!" pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore