
Ketua Umum Partai Geriindra Prabowo Subianto bersama cagub nomor urut 3, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
JawaPos.com - Kendati hari pemilihan baru berlangsung Rabu (15/2) mendatang, namun sejumlah pihak mencoba untuk menerka-nerka langkah politik dari partai pengusung jika jagoannya kalah di putaran pertama Pilkada DKI Jakarta.
Seperti halnya Partai Gerindra. Menurut Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia, Maksimus Ramses Lalongkoe, dalam analisanya jika pilkada DKI berlangsung dua putaran, maka Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akan memilih satu dari dua opsi langkah politik.
Pertama, jika pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno kalah pada putaran pertama, maka kemungkinan besar Prabowo Subianto akan bersekutu dengan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.
Alasan Prabowo lebih mendukung Ahok-Djarot, kata Maksimus Ramses Lalongkoe, karena sosok Ahok selama ini banyak mendapat dukungan dan simpati masyarakat Indonesia.
Ahok tidak saja menjadi pusat perhatian warga Jakarta, tapi juga masyarakat Indonesia dan ini dapat dilihat dari arus dukungan untuk mantan Bupati Belitung Timur itu. "Dukungan publik ini tentu menjadi salah satu indikator penting yang dipertimbangkan Prabowo Subianto dalam mengalihkan dukungan politiknya," sebut Ramses kepada JawaPos.com, Senin (13/2).
Pengamat politik dari Universitas Mercu Buana (UMB) ini menambahkan, alasan Prabowo mengalihkan ke Ahok ini demi persiapan pada Pilpres 2019. Prabowo tidak mau kehilangan simpati publik Indonesia, tentu pilihan terbaiknya bersekutu dengan pasangan Ahok-Djarot pada putaran kedua.
Alasan lain besarnya kemungkinan Prabowo mengarahkan dukungannya ke paslon nomor urut 2 itu, dapat dilihat dari semakin berjaraknya hubungan antara Partai Gerindra dengan Partai Demokrat.
Opsi kedua yang bakal ditempuh Partai Gerindra pada putaran, jika jagoannya tumbang, yakni Prabowo memilih diam atau mengambil posisi netral pada putaran kedua.
Sikap netral ini, yakni tidak mengarahkan pendukungnya untuk memilih salah satu calon mana pun. Melainkan membiarkan pendukung memilih sesuai selera mereka masing-masing. "Sikap netral ini memang tidak menyakiti hati pihak lain namun tidak mendapat simpati cukup signifikan," katanya. (cr2/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
