Ilustrasi fatherless atau orang yang tumbuh tanpa figur ayah (Freepik/storyset)
JawaPos.com – Fenomena fatherless alias kehidupan tanpa sosok ayah sering menjadi sorotan dalam diskusi di era kini.
Dalam konteks Indonesia dan global, ketika peran ayah melemah, itu menciptakan ruang kosong yang sering diisi oleh model maskulinitas beracun alias toxic masculinity.
Artikel ini mengulik bagaimana ketiadaan figur ayah berpotensi mendorong anak laki-laki mengadopsi norma-norma maskulinitas yang merusak.
Fatherless dan Risiko Norma ‘Racun Maskulinitas’
Dalam halaman GQ, terungkap bahwa istilah toxic masculinity mulai digunakan sekitar 40 tahun lalu oleh gerakan Mythopoetic.
Di era 1990-an, sosok ayah yang tidak hadir dikaitkan dengan lonjakan kekerasan karena anak laki-laki mencari panutan maskulin di tempat lain, seperti teman sebaya atau film aksi yang sering berujung pada perilaku agresif dan destruktif.
Sementara itu di situs All Men's Health Today, dijelaskan bahwa ketiadaan figur ayah membuat anak laki-laki rawan mencari identitas melalui stereotip dominan dan penekanan sosial akan maskulinitas keras.
Hal ini meningkatkan risiko adopsi pola perilaku negatif, seperti penyalahgunaan zat hingga kekerasan.
2. Mengapa Anak Laki-laki Rentan?
Pertama, anak laki-laki mengalami kekosongan panutan maskulin sejati.
All Men's Health Today menjelaskan, tanpa ayah atau figur dewasa yang sehat, anak laki-laki cenderung mencari panutan dari media, film, atau influencer manipulatif.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
