
Penulis, Komika, dan Sutradara Raditya Dika. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Nama Raditya Dika selama ini identik dengan komedi, buku best seller, dan konten YouTube yang menghibur. Namun belakangan, sosoknya juga dikenal luas sebagai ayah dari dua anak yang kerap membagikan pandangannya tentang pola asuh di era digital.
Bersama sang istri, Anissa Aziza, Radit sering kali memperlihatkan keseharian mereka dalam membesarkan anak-anak, dan menariknya, ada nilai-nilai pengasuhan yang bisa dijadikan inspirasi.
Salah satu prinsip utama yang ia pegang dalam mendidik anak adalah menumbuhkan rasa penasaran. Dalam sejumlah podcast, Radit menceritakan kebiasaannya bermain peran atau roleplay bersama anak-anaknya.
Aktivitas ini tidak hanya merangsang imajinasi, tetapi juga menjadi medium untuk membangkitkan rasa ingin tahu mereka. Bagi Radit, keingintahuan lebih penting daripada sekadar kecerdasan.
“Gue enggak pengen anak yang pintar sebenarnya, tapi gue pengen anak yang penasaran,” ujarnya dalam podcast CXO Media yang tayang pada 26 Agustus.
Ia bahkan menjadwalkan waktu khusus setiap Minggu sebagai “waktu penasaran” bersama anak-anaknya. Di waktu itu, Radit akan memanggil anak-anak ke depan komputer dan bertanya, “Kalian mau lihat apa?” Momen kecil seperti ini, menurutnya, bisa menjadi benih rasa ingin tahu yang besar. Ternyata, pendekatan ini pun didukung sains.
Mengutip laman michiganmedicine.org, anak-anak dengan tingkat rasa ingin tahu yang tinggi cenderung memiliki performa akademis yang lebih baik.
Selain menumbuhkan rasa penasaran, Raditya Dika juga fokus pada pengembangan potensi anak. Ia dan istrinya aktif mengamati apa yang disukai oleh anak-anak mereka, lalu mendukung minat tersebut melalui kegiatan seperti kursus atau les. Baginya, menjadi orang tua berarti membantu anak mencapai versi terbaik dari dirinya sendiri.
“Tujuan gue di dunia saat ini adalah membuat mereka mencapai potensi terbaik diri mereka,” ungkapnya dalam obrolan bersama Putri Tanjung. Radit menambahkan bahwa ia akan mendorong anak-anaknya secara aktif bila sudah terlihat minat tertentu. “Kalau kelihatan apa yang mereka suka, gue push,” tegasnya.
Prinsip penting lain yang dijunjung oleh Radit adalah delayed gratification atau menunda kepuasan. Ia terinspirasi dari buku The Opposite of Spoiled, yang mengajarkan pentingnya kesabaran dalam mendapatkan sesuatu. Baginya, ini bukan tentang tidak memberi, melainkan tentang membangun karakter anak agar tidak tumbuh menjadi pribadi yang manja.
Salah satu bentuk nyata dari prinsip ini adalah pembatasan waktu menatap layar (screen time) anak-anak. Dalam keluarganya, screen time hanya diperbolehkan setiap hari Minggu. Di luar itu, anak-anak lebih banyak melakukan permainan bebas atau game edukatif bersama orang tua.
Pendekatan ini pun sejalan dengan temuan psikologi. Situs uvpediatrics.com mengutip eksperimen terkenal dari Stanford University yang dilakukan oleh Walter Mischel, dikenal sebagai Marshmallow Test. Dalam eksperimen itu, anak-anak yang mampu menunda kepuasan terbukti memiliki prestasi akademik yang lebih baik, tingkat obesitas yang lebih rendah, dan kemampuan sosial yang lebih tinggi saat dewasa.
Dengan pendekatan yang penuh kesadaran dan berdasarkan nilai-nilai ilmiah, Raditya Dika menunjukkan bahwa pengasuhan anak di era digital tak harus selalu bergantung pada gadget atau teknologi. Lewat permainan, waktu berkualitas, dan pola pikir yang sehat, ia membentuk anak-anaknya menjadi pribadi yang ingin tahu, sabar, dan penuh potensi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
