Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Agustus 2025 | 14.53 WIB

Psikolog Unair Surabaya Sebut Anak Boleh Main Roblox, tapi Orang Tua Harus Waspada dan tetap Mengawasi

Anak bermain game Roblox di Depok, Jawa Barat, Selasa (12/8/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Anak bermain game Roblox di Depok, Jawa Barat, Selasa (12/8/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Fenomena anak-anak bermain Roblox semakin marak. Padahal, game online asal Amerika Serikat ini sebenarnya ditujukan untuk pengguna usia 13 tahun ke atas.

Namun kenyataannya, banyak siswa usia sekolah dasar sudah terbiasa menjelajahi dunia virtual lewat game ini.

Apa yang membuat Roblox begitu digemari? Platform ini bukan hanya sekadar tempat bermain, melainkan juga wadah untuk berkreasi.

Anak bisa membangun dunia sendiri, mendesain karakter (avatar), bahkan membuat game. Tak heran, Roblox dianggap seru sekaligus menantang imajinasi.

Menurut Nur Ainy Fardana, Psikolog Pendidikan dan Perkembangan Anak dari Universitas Airlangga Surabaya, ada sisi positif yang bisa diambil dari Roblox.

“Roblox bisa menjadi media anak untuk berkreasi, belajar teknologi, hingga bersosialisasi dengan pemain dari berbagai negara,” jelasnya.

Manfaat Roblox bagi Anak

Jika digunakan dengan tepat, Roblox bisa melatih berbagai keterampilan, antara lain:

  • Kreativitas dan logika: anak belajar membangun dunia permainan serta mencoba pemrograman sederhana.
  • Kemampuan berpikir kritis: mereka perlu membuat strategi, mengatur sumber daya, dan mengambil keputusan.
  • Kerja sama: mode tim mendorong anak berkomunikasi dan bekerja sama dengan pemain lain.

“Banyak permainan di Roblox yang bisa memicu ide-ide kreatif anak,” tambah Ainy.

Risiko yang Perlu Diwaspadai

Meski bermanfaat, dunia digital yang terbuka ini juga penuh risiko. Roblox memungkinkan anak berinteraksi dengan orang asing tanpa batasan yang jelas.

Hal ini bisa membuka celah terjadinya paparan konten tidak pantas, bahasa kasar, bahkan tindakan penipuan atau grooming.

Dari sisi psikologis, anak yang bermain Roblox terlalu lama berpotensi mengalami beberapa hal berikut:

  • Kecanduan
  • Prestasi sekolah menurun
  • Waktu tidur berkurang
  • Gangguan emosi karena kompetisi yang ketat di dalam game.

“Roblox adalah dunia terbuka, dan artinya risiko juga terbuka lebar,” tegas Ainy.

Peran Penting Orang Tua

Melarang anak bermain Roblox sama sekali bukanlah solusi. Justru bisa menimbulkan perlawanan atau membuat anak mencari cara lain untuk tetap bermain.

Yang lebih efektif adalah pendampingan. Orang tua sebaiknya melakukan beberapa trik berikut:

  • Memanfaatkan fitur keamanan seperti filter konten dan pengaturan privasi,
  • Membatasi waktu bermain,
  • Ikut bermain bersama anak agar tahu lingkungan game yang dimasuki,
  • Menjelaskan alasan di balik aturan yang dibuat.

“Diskusikan dengan anak, dengarkan pendapat mereka, lalu jelaskan risiko yang ada. Dengan begitu, aturan terasa lebih adil,” ujar Ainy.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore