Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Juli 2025 | 02.19 WIB

7 Perilaku Orang Tua Ini Berpotensi Menghasilkan Anak Tidak Sehat Emosional

Seorang anak yang terlihat sedih atau terisolasi, menggambarkan dampak perilaku orang tua yang kurang mendukung kesehatan emosional. (Freepik) - Image

Seorang anak yang terlihat sedih atau terisolasi, menggambarkan dampak perilaku orang tua yang kurang mendukung kesehatan emosional. (Freepik)

JawaPos.com - Peran orang tua sangat krusial dalam membentuk kesehatan emosional anak. Sayangnya, beberapa perilaku orang tua justru dapat tanpa disadari merusak perkembangan emosi anak. Pola asuh ini bisa meninggalkan dampak jangka panjang yang serius.

Memahami pola-pola ini menjadi langkah awal untuk perubahan positif. Melansir dari Geediting.com Selasa (29/7), ada delapan perilaku yang sering teramati. Mengenali kebiasaan ini dapat membantu orang tua menghindari dampak negatif.

Berikut adalah delapan perilaku orang tua yang dapat menyebabkan anak kurang sehat emosional:

  1. Orang Tua Terlalu Kritis

Mengkritik anak secara berlebihan dapat merusak harga diri mereka. Anak jadi merasa tidak pernah cukup baik dalam pandangan orang tuanya. Ini membuat mereka tumbuh dengan rasa tidak aman.

  • Orang Tua Menolak Emosi Anak

  • Saat orang tua mengabaikan atau meremehkan perasaan anak, anak akan belajar menekan emosinya. Anak merasa bahwa emosi mereka tidak valid atau penting. Ini menghambat perkembangan emosional yang sehat.

  • Orang Tua Terlalu Protektif

  • Perlindungan berlebihan dapat mencegah anak belajar menghadapi tantangan hidup. Anak tidak punya kesempatan mengembangkan kemampuan mengatasi masalah. Ini membuat mereka bergantung dan rentan cemas.

  • Orang Tua Tidak Konsisten

  • Aturan dan batasan yang berubah-ubah membuat anak bingung. Mereka tidak tahu apa yang diharapkan dari dirinya. Ini bisa menciptakan rasa tidak aman dan ketidakpercayaan.

  • Orang Tua Menggunakan Rasa Bersalah sebagai Alat Kontrol

  • Membuat anak merasa bersalah untuk mengendalikan perilaku mereka merusak hubungan. Anak mungkin jadi manipulatif atau penakut. Ini menciptakan dinamika hubungan yang tidak sehat.

  • Orang Tua Mengabaikan Kebutuhan Anak

  • Ketika kebutuhan emosional atau fisik anak tidak terpenuhi, mereka merasa tidak penting. Anak mungkin mengembangkan masalah kepercayaan dan rasa tidak layak. Ini sangat memengaruhi harga diri mereka.

    Editor: Novia Tri Astuti
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore