
Anak bermain dengan penuh semangat saat aktivitas bersama orang tua. (dok. Freepik)
JawaPos.com - Kepercayaan diri adalah fondasi penting bagi anak sejak usia dini. Anak yang dibesarkan dengan keyakinan bahwa dirinya mampu dan layak dicintai akan lebih berani mengekspresikan diri, mencoba hal baru, serta menghadapi tantangan dengan lebih tenang.
Namun sayangnya, banyak orang tua tak sadar bahwa cara mereka menanggapi emosi dan tindakan anak justru bisa memperlemah rasa percaya diri. Kalimat seperti “udah dibilang jangan!” atau “malu-maluin aja” bisa tertanam dan membuat anak takut mencoba.
Dalam video bertajuk Joyful Courage in Parenting – Parent Teens – Casey O’Roarty yang diunggah di kanal YouTube Parent Coach Club pada 24 April 2023, Casey O’Roarty, seorang pelatih parenting dari Joyful Courage, menyampaikan bahwa anak-anak perlu merasa dilihat, didengar, dan dihargai untuk bisa tumbuh dengan kepercayaan diri yang sehat. “Anak akan belajar mencintai dirinya sendiri saat ia merasa dicintai, bahkan ketika dia melakukan kesalahan,” tegas Casey.
Sementara itu, akun Instagram @my_ideal_parenting, juga menekankan pentingnya validasi emosi sebagai bagian dari proses membangun kepercayaan diri. Dalam beberapa unggahannya, akun ini mengajak orang tua untuk berhenti mengecilkan perasaan anak dan mulai hadir secara utuh saat anak menunjukkan emosi negatif. Kalimat seperti “aku tahu kamu lagi marah, sini peluk dulu” dianggap jauh lebih membangun daripada sekadar menyuruh diam.
Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan orang tua dalam kehidupan sehari-hari:
1. Validasi Emosi Anak
Akui dan terima perasaan anak tanpa menghakimi. Anak yang didengar emosinya akan merasa dihargai.
2. Ciptakan Ruang Aman untuk Gagal
Alih-alih langsung membantu, biarkan anak mencoba. Gagal adalah bagian dari belajar.
3. Fokus pada Koneksi daripada Koreksi
Bangun hubungan emosional yang hangat sebelum memberikan arahan atau teguran.
4. Libatkan Anak dalam Keputusan Sehari-hari
Biarkan mereka memilih mainan, pakaian, atau camilan. Ini membentuk rasa tanggung jawab dan kepercayaan pada diri sendiri.
5. Berikan Pujian Spesifik dan Tulus
Hindari pujian kosong seperti “pintar banget,” dan ganti dengan, “kamu hebat karena terus berusaha walaupun susah.”

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
