
Sifat anak yang tumbuh dari keluarga broken home menurut psikologi. (Freepik/ freepik)
JawaPos.com – Tumbuh dalam keluarga broken home bukanlah akhir dari segalanya, tapi seringkali meninggalkan jejak psikologis yang khas pada seorang anak.
Psikologi mencatat bahwa pengalaman emosional dari dinamika keluarga yang tidak utuh dapat membentuk sifat, cara berpikir, dan respons anak terhadap lingkungan sekitarnya.
Tak sedikit anak broken home menunjukkan sikap tertentu sebagai bentuk adaptasi atas situasi yang mereka alami sejak kecil.
Sifat ini bisa bersifat positif sebagai bentuk daya tahan, namun juga bisa menjadi tanda bahwa ada luka emosional yang masih perlu dipahami dan disembuhkan.
Dilansir dari geediting.com pada Selasa (17/6), diterangkan bahwa ada delapan sifat anak yang tumbuh dari keluarga broken home menurut psikologi.
1. Kesadaran tinggi terhadap konflik
Mereka yang tumbuh dalam rumah dengan orang tua terpisah seringkali memiliki kepekaan lebih tinggi terhadap ketegangan dalam interaksi sosial.
Kemampuan mendeteksi perubahan suasana hati atau tensi dalam sebuah ruangan menjadi semacam radar yang terbentuk dari pengalaman menghadapi situasi emosional yang berubah-ubah.
Kepekaan ini memungkinkan mereka menangkap isyarat halus seperti perubahan postur tubuh, nada suara, atau jawaban singkat yang mengindikasikan masalah.
Sensitivitas yang dulu mungkin terasa melelahkan kini dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk memahami orang lain secara lebih mendalam.
Praktik mindfulness seperti meditasi singkat lima menit sehari dapat membantu mengubah kewaspadaan yang berlebihan menjadi kesadaran yang lebih seimbang.
Penelitian dari Mindful.org menunjukkan bahwa meditasi rutin dapat mengurangi stres dengan mengajarkan cara mengamati emosi tanpa terburu-buru mengambil kesimpulan.
2. Kemandirian yang kadang berlebihan
Orang-orang yang dibesarkan dalam keluarga terpisah sering belajar mengandalkan diri sendiri sejak usia dini.
Kemandirian ini muncul dari kebutuhan praktis saat harus mengurus berbagai hal sendiri, dari menyiapkan makan siang hingga menyelesaikan tugas sekolah tanpa pendampingan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
