
Ilustrasi: Orang rendah diri.(Freepik).
JawaPos.com - Pernah dengar pepatah “tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata”? Dalam banyak hal, itu benar. Tapi ternyata, kata-kata juga punya kekuatan besar—apalagi jika diucapkan saat kita masih anak-anak.
Banyak dari kita mungkin pernah dilabeli secara negatif saat kecil, seperti disebut “tidak berguna” atau “mengecewakan”. Label-label ini bukan hanya menyakitkan, tapi juga bisa membentuk perilaku kita saat dewasa.
Berikut ini adalah tujuh pola perilaku yang sering muncul pada orang-orang yang pernah mengalami hal tersebut menurut ilmu psikologi, dikutip dari Geediting, Kamis (24/4).
1. Merasa Rendah Diri
Bayangkan seseorang bernama John. Sejak kecil, ia sering dianggap gagal oleh keluarganya. Walaupun kini ia sudah sukses, rasa tidak percaya diri masih terus membayanginya. Ia selalu merasa tidak cukup baik, seakan usahanya tidak pernah cukup.
Menurut psikologi, ini bukan hal yang langka. Anak-anak yang dibesarkan dengan label negatif cenderung tumbuh menjadi orang dewasa dengan harga diri yang rendah. Bahkan setelah mencapai keberhasilan besar, mereka masih meragukan nilai dirinya sendiri.
2. Takut Gagal
Banyak dari kita tumbuh dengan ketakutan untuk berbuat salah. Jika kesalahan kecil di masa kecil dibalas dengan hinaan, besar kemungkinan kita membawa ketakutan itu sampai dewasa.
Alih-alih berani mencoba hal baru, kita cenderung mundur dan bermain aman. Ini bukan karena kita malas atau tidak berbakat, tapi karena label buruk dari masa lalu terus bergema dalam pikiran.
3. Sulit Menjalin Hubungan
Saat terus-menerus dikritik saat kecil, kita mungkin tumbuh dengan rasa takut ditolak. Hal ini bisa membuat kita menjadi pribadi yang sangat butuh validasi atau justru terlalu tertutup.
Kadang, kita merasa tidak layak dicintai. Atau, kita menjadi terlalu waspada dan tidak mudah percaya pada orang lain. Ini bisa merusak hubungan, meskipun kita sangat menginginkan kedekatan.
4. Sering Mengkritik Diri Sendiri
Apakah kamu pernah merasa tidak berguna, bahkan saat tidak ada yang mengatakannya?
Ucapan negatif dari masa kecil bisa berubah menjadi suara batin yang menyakitkan. Kita mulai bicara ke diri sendiri dengan nada kasar: “Aku gagal,” “Aku bodoh,” atau “Aku tidak bisa apa-apa.”

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
