Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 April 2025 | 19.05 WIB

7 Ciri Orang yang Tumbuh dalam Keluarga Nyaman Secara Ekonomi Tapi Emosinya Diabaikan

Ramalan Hubungan Asmara dan Keluarga Zodiak (Pexels) - Image

Ramalan Hubungan Asmara dan Keluarga Zodiak (Pexels)

JawaPos.com - Ada orang yang  semua kebutuhan materi terpenuhi saat kecil, tapi ada rasa kosong yang sulit dijelaskan saat menjalaninya. Nah, ini mungkin karena keluargamu stabil secara finansial, tapi secara emosional terasa dingin dan jauh.

Situasi ini ternyata bisa memengaruhi cara kita bersikap saat dewasa. Tanpa sadar, kita membawa pola dari masa kecil ke dalam hubungan, pekerjaan, bahkan cara kita memandang diri sendiri.

Yuk, kenali tujuh perilaku umum yang sering muncul pada orang yang dibesarkan dalam rumah tangga yang “mapan tapi dingin secara emosional", dikutip dari News Reports, Senin (14/4).

1. Sulit Mengekspresikan Perasaan

Kalau dari kecil kita tidak diajarkan cara mengenali dan mengekspresikan emosi, maka hal ini bisa terbawa hingga dewasa. Kita jadi bingung saat diminta jujur tentang perasaan sendiri.

Bisa jadi kita tidak tahu bagaimana mengungkapkan kesedihan, marah, atau bahkan kebahagiaan. Bukannya tidak merasa apa-apa, tapi karena dulu tidak diberi ruang untuk merasakannya secara terbuka.

Tapi tenang, mengekspresikan emosi itu bisa dipelajari. Tidak ada kata terlambat untuk mengenal diri sendiri lebih dalam.

2. Terobsesi Jadi Sempurna

Kalau kamu selalu merasa harus sempurna di segala hal—nilai, pekerjaan, penampilan—bisa jadi itu berasal dari masa kecil yang minim dukungan emosional.

Ketika pujian atau perhatian hanya datang saat kita berprestasi, kita jadi merasa bahwa nilai kita hanya tergantung pada kesempurnaan.

Padahal, menjadi manusia berarti bisa salah. Kesalahan bukan musuh, tapi bagian dari proses tumbuh. Yuk, beri ruang untuk diri sendiri agar tidak terlalu keras pada diri sendiri.

3. Susah Menetapkan Batasan

Pernah merasa sulit bilang "nggak", walaupun kamu lagi capek banget? Atau malah merasa bersalah kalau menolak permintaan orang lain?

Orang yang tumbuh dalam lingkungan yang menyepelekan kebutuhan emosional sering terbiasa mengabaikan kebutuhan dirinya sendiri. Akibatnya, saat dewasa kita cenderung memprioritaskan orang lain terus-menerus.

Membuat batasan itu penting, lho. Bukan berarti egois, tapi justru bentuk kepedulian terhadap kesehatan mental kita sendiri.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore