Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Maret 2025 | 23.50 WIB

Orang Tua yang Menjauh dari Anak-anaknya Saat Mereka Dewasa Biasanya Memiliki 8 Masalah Ini Menurut Psikologi

Ilustrasi sikap orang tua yang membuat anak semakin menjauh dan tanpa sadar bikin mereka sulit menjaga hubungan dekat dengan sang anak. (Freepik) - Image

Ilustrasi sikap orang tua yang membuat anak semakin menjauh dan tanpa sadar bikin mereka sulit menjaga hubungan dekat dengan sang anak. (Freepik)

JawaPos.com – Ketika orang tua memilih untuk menjauh dari anak mereka, itu bisa menjadi pengalaman yang menyakitkan dan membingungkan.

Banyak faktor yang mempengaruhi keputusan ini, dan sering kali bukan sekadar masalah "pengasuhan yang buruk."

Orang tua yang menjauh dari anak mereka bukanlah "penjahat" dalam cerita ini. Mereka adalah individu dengan perasaan, luka batin, dan tantangan mereka sendiri.

Memahami alasan di balik keputusan ini tidak berarti membenarkannya, tetapi bisa membantu kita melihatnya dengan lebih empati.

Terkadang, keputusan yang tampak tidak masuk akal bagi kita sebenarnya adalah hasil dari perjuangan batin yang mendalam.

Kepribadian, pengalaman hidup, dan tantangan emosional bisa menjadi alasan di balik keputusan sulit ini. 

Setelah meneliti lebih dalam, psikolog menyebut ada delapan ciri umum yang sering ditemukan pada orang tua yang memilih untuk tidak berhubungan dengan anaknya, dikutip dari News Reports, Rabu (12/3).

  1. Menghindari ketidaknyamanan emosional

Setiap orang mengalami berbagai emosi, baik yang menyenangkan maupun yang menyakitkan. Namun, beberapa orang tua merasa sulit mengelola emosi negatif terkait anak mereka.

Mungkin mereka memiliki trauma masa lalu, konflik yang belum terselesaikan, atau rasa bersalah terkait pola asuh mereka sendiri. 

Karena sulit menghadapi emosi ini, mereka memilih untuk menghindarinya dengan menjauh dari anak-anak mereka. Ini bukan karena mereka tidak peduli, tetapi lebih sebagai mekanisme pertahanan diri.

  1. Takut dengan konfrontasi

Ada orang tua yang tidak bisa menghadapi konflik. Setiap kali terjadi ketegangan atau perbedaan pendapat, mereka lebih memilih untuk menghindar daripada menyelesaikannya.

Alih-alih membahas masalah dengan anak, mereka justru menarik diri. Bagi mereka, menghindari konflik terasa lebih aman daripada harus menghadapi ketegangan emosional.

  1. Kurangnya kecerdasan emosional

Kecerdasan emosional (EQ) adalah kemampuan memahami, mengelola, dan mengekspresikan emosi dengan baik. Orang tua dengan EQ rendah cenderung kesulitan membangun hubungan dekat, termasuk dengan anak mereka sendiri.

Mereka mungkin tidak memahami perasaan anak atau tidak tahu cara mengungkapkan perasaan mereka sendiri. Akibatnya, komunikasi menjadi terhambat, dan mereka memilih untuk menjaga jarak daripada menghadapi kompleksitas hubungan emosional.

  1. Memiliki masalah pribadi yang belum terselesaikan

Setiap orang memiliki masalah di masa lalu. Namun, beberapa orang tua membawa "beban" ini ke dalam hubungan mereka dengan anak.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore