Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 September 2025 | 08.51 WIB

Co-Parenting Sehat: Rahasia Membangun Stabilitas Anak Pasca Perceraian dan Mengurangi Beban Emosional

Ilustrasi seorang ayah bersama anak perempuannya (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Perceraian atau perpisahan sering kali menjadi masa penuh emosi bagi orang tua dan anak. Namun, di balik tantangan itu, co-parenting atau pola asuh bersama dapat menjadi kunci penting untuk menjaga kestabilan hidup anak. Dengan komunikasi yang baik, anak tetap bisa merasakan kasih sayang dan keamanan dari kedua orang tua.

Co-parenting berarti kedua orang tua berbagi tanggung jawab mengasuh anak setelah berpisah. Hubungan ini menuntut kerja sama agar anak tetap mendapatkan perhatian dan dukungan yang seimbang, meskipun orang tua hidup di rumah terpisah.

Meski menantang, co-parenting membawa manfaat besar bagi perkembangan anak. Dengan sedikit usaha, mantan pasangan bisa menyingkirkan perbedaan pribadi demi memberikan lingkungan yang sehat bagi buah hati mereka.

Anak-anak yang merasakan stabilitas dari kedua orang tua akan memiliki rasa aman dan percaya diri lebih baik. Inilah alasan mengapa co-parenting yang sehat sangat penting bagi kesejahteraan anak.

Memahami Co-Parenting

Dikutip dari Medical News Today, co-parenting menekankan komunikasi positif antara kedua orang tua untuk mengurangi dampak emosional perceraian. Pola asuh ini mencakup keputusan penting terkait tempat tinggal, pendidikan, dan aktivitas anak.

Berbagai bentuk pengaturan co-parenting dapat diterapkan, asalkan keduanya bekerja sama demi kepentingan anak. Komunikasi yang baik menjadi pondasi keberhasilan pola asuh ini.

Dengan berbagi tanggung jawab, anak akan merasa kedua orang tuanya tetap hadir dalam hidup mereka, meski tidak tinggal bersama.

Manfaat Co-Parenting bagi Anak

Penelitian menunjukkan bahwa konflik orang tua dapat memicu masalah psikologis, fisik, dan perilaku pada anak. Co-parenting yang efektif menurunkan tingkat stres dan kecemasan anak.

Ketika orang tua sering bertengkar, anak bisa merasa bersalah atau mengalami gangguan emosi serta prestasi di sekolah. Dengan kerja sama, konflik tersebut dapat dihindari.

Anak yang tahu bahwa kedua orang tuanya tetap mengutamakan kebahagiaan mereka akan merasakan rasa aman, terutama jika memiliki rutinitas dan aturan yang konsisten.

Cara Menerapkan Co-Parenting yang Efektif

Fokus utama co-parenting adalah memastikan kebutuhan emosional dan fisik anak selalu diutamakan. Walaupun hubungan pribadi orang tua tidak harmonis, kepentingan anak tetap nomor satu.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore