
Ilustrasi anak manja. (freepik.com).
JawaPos.com - Banyak orang tua menunjukkan kasih sayangnya dengan cara memanjakan anak. Memberi apa pun yang diminta, membela tanpa batas, dan menghindarkan anak dari rasa kecewa. Sekilas terlihat seperti bentuk cinta yang indah, tapi tanpa disadari, terlalu sering memanjakan bisa menimbulkan dampak jangka panjang yang tidak sehat saat anak tumbuh dewasa.
Anak yang dibesarkan dalam pola asuh seperti ini cenderung kesulitan menghadapi kenyataan hidup yang keras. Mereka kurang terlatih dalam hal menghadapi kegagalan, mengelola emosi, atau bersikap mandiri.
Akibatnya, mereka tumbuh dengan pola pikir yang rapuh dan kurang siap menjalani kehidupan sosial maupun profesional secara dewasa.
Berikut adalah beberapa tanda umum yang bisa terlihat pada orang dewasa yang dulunya sering dimanja saat kecil, dikutip dari Geediting, Jumat (6/6).
1. Selalu Ingin Jadi Pusat Perhatian
Anak yang sejak kecil dimanja biasanya terbiasa jadi pusat dunia. Segala keinginannya langsung dituruti tanpa banyak pertimbangan. Maka ketika mereka tumbuh besar, mereka cenderung mengharapkan hal yang sama dari lingkungan sekitar.
Mereka ingin selalu diperhatikan, diutamakan, dan merasa gelisah kalau orang lain lebih bersinar dari mereka. Akibatnya, mereka bisa merasa tersingkir hanya karena tidak jadi sorotan utama.
Kebiasaan ini membuat mereka rentan merasa rendah diri saat tidak mendapat pujian atau pengakuan. Padahal, dalam dunia nyata, perhatian tidak selalu diberikan tanpa alasan.
Ketika mereka merasa diabaikan, reaksi yang muncul bisa berupa sikap menyendiri, marah, atau bahkan drama berlebihan untuk menarik perhatian. Ini adalah cara mereka bertahan, karena mereka belum terbiasa hidup tanpa sorotan.
2. Tidak Bisa Mandiri
Karena terlalu sering dibantu atau dilayani, anak yang dimanja biasanya tidak terbiasa melakukan sesuatu sendiri. Orang tua atau pengasuh mungkin berpikir mereka sedang menunjukkan kasih sayang, padahal secara tidak langsung mereka menghalangi anak belajar mandiri.
Akibatnya, saat dewasa, orang ini kesulitan menyelesaikan tugas-tugas harian seperti mengatur waktu, mengambil keputusan sendiri, atau menghadapi tantangan tanpa bantuan orang lain.
Ketergantungan ini bisa jadi beban, baik bagi diri sendiri maupun orang-orang terdekat. Mereka merasa cemas atau bingung ketika harus berhadapan dengan dunia nyata yang tidak selalu memberi kemudahan.
Bukan karena mereka tidak mampu, tapi karena mereka tidak pernah diajari atau diberi kesempatan untuk mencoba. Padahal, kemandirian adalah keterampilan penting yang hanya bisa tumbuh kalau dilatih sejak dini.
3. Tidak Bisa Mengelola Emosi

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
