Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Mei 2025 | 19.22 WIB

5 Cara Membangun Hubungan Positif dengan Anak dalam Dunia Pendidikan

Ilustrasi: Makan Bergizi Gratis untuk anak-anak sekolah berkebutuhan khusus di Tangerang. (Istimewa)

JawaPos.com-- Membangun kedekatan emosional dengan anak-anak di lingkungan pendidikan bukan sekadar tugas tambahan, tapi merupakan fondasi utama dari proses belajar yang efektif.

Hubungan yang hangat antara pendidik dan peserta didik terbukti meningkatkan motivasi, rasa aman, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.

Salah satu pendekatan yang kini banyak digunakan adalah prinsip Koneksi sebelum Koreksi, konsep dari Disiplin Positif yang diperkenalkan oleh praktisi pendidikan dan pengembang media kreatif, Irfan Amalee, melalui podcast dan pelatihan yang ia adakan.

Prinsip ini menekankan pentingnya membangun koneksi emosional dengan anak sebelum memberikan arahan atau teguran.

Berikut lima cara sederhana namun bermakna untuk membangun koneksi yang kuat dengan anak-anak, dirangkum dari youtube PeaceGenID.

  1. Sapaan Personal dan Apresiasi Ringan

Menyapa anak dengan namanya setiap pagi, memberi senyum hangat, atau mengucapkan “terima kasih” saat mereka menyelesaikan tugas, terdengar sederhana, namun sangat berarti. Apresiasi tulus memperkuat rasa dihargai dan diakui.

  1. Gunakan Gestur Setara

Saat berbicara dengan anak, cobalah untuk menunduk atau duduk sejajar. Ini menunjukkan bahwa kita hadir sebagai pendamping, bukan atasan. Posisi setara membuat anak lebih nyaman dalam menyampaikan perasaan atau pendapatnya.

  1. Validasi dan Dengarkan Emosi

Saat anak menunjukkan perilaku negatif, jangan buru-buru mengoreksi. Cobalah untuk bertanya: “Apa yang kamu rasakan?” atau “Apa yang sedang kamu butuhkan?” Mendengarkan dan memvalidasi emosi mereka bisa meredakan konflik sejak awal.

  1. Tunjukkan Kepercayaan

Libatkan anak dalam keputusan kecil, seperti memilih cara mengerjakan tugas atau mengatur jadwal belajar.

Memberikan ruang untuk memilih menunjukkan bahwa kita percaya mereka mampu bertanggung jawab.

  1. Perhatian Penuh dan Aktif

Saat anak bercerita, hentikan sejenak aktivitas lain. Tatap mata mereka, anggukkan kepala, dan beri tanggapan yang menunjukkan bahwa kita benar-benar hadir. Mendengarkan aktif membangun kepercayaan dan ikatan emosional yang kuat.

Sementara itu, survei dari University of Maryland terhadap 167 siswa menunjukkan bahwa perhatian dan kepedulian guru secara emosional memiliki hubungan signifikan dengan peningkatan motivasi dan rasa tanggung jawab siswa.

 Ini menjadi bukti bahwa relasi yang sehat adalah kunci utama pendidikan yang berhasil.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore