Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Maret 2025 | 17.28 WIB

Orang Tua yang Menumbuhkan Rasa Optimis Pada Anak, Biasanya Mengajarkan 6 Hal Ini: Apa Saja Contohnya?

Potret orang tua dan anak.(Unsplash.com/HoiAnPhotographer) - Image

Potret orang tua dan anak.(Unsplash.com/HoiAnPhotographer)

JawaPos.com - Rasa optimis dalam setiap jiwa manusia akan mampu membawa mereka dalam sebuah keberhasilan dari aspek mana pun. 

Mengutip dari laman Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara pada Senin (03/02) optimis merupakan sikap yang memiliki keyakinan atas segala sesuatu dari sudut pandang baik dan menyenangkan, sikap ini selalu mempunyai harapan baik dalam segala hal.

Tentunya sikap tersebut tidak serta merta muncul saat kita dewasa, melainkan perlu ditanamkan sejak dini, di sinilah orang tua berperan dalam menumbuhkan rasa optimis pada anak.

Dilansir dari laman Your Tango pada Senin (03/03) orang tua yang menumbuhkan rasa optimis pada anak, biasanya mengajarkan 6 hal ini :

1. ‘Jangan mencoba untuk bahagia'

"Untuk benar-benar bahagia, Anda harus berhenti berusaha," kata Segerstrom. Bahkan memantau diri sendiri dengan mengukur kebahagiaan, maka akan melelahkan.

Kebiasaan itu akan meledakkan bahkan masalah kecil, maka yang perlu dilakukan adalah dengan menciptakan kebahagiaan itu sendiri melalui hal-hal kecil.

2. ‘Bayangkan bahwa dunia akan berakhir'

Kebiasaan lain yang meredupkan pandanganmu adalah proses yang disebut bencana, menulis ulang secara mental terhadap kejadian suram.

Skenario terburuk mungkin tidak masuk akal, tetapi memainkannya berulang-ulang membuatnya tampak tidak hanya logis tetapi juga tak terelakkan, dan itu menyedot kegembiraan dari hidup.

Maka dari itu jangan mencoba untuk mendramatisir suatu keadaan, yang paling penting adalah menerima keadaan tersebut dan sikapi dengan lapang dada.

3. ‘Ambil pujian ketika hal-hal baik terjadi'

Para peneliti telah belajar bahwa optimisme dan pesimisme keduanya bermuara pada sedikit lebih dari gaya "penjelasan", yakni cara seseorang yang berbeda dalam menafsirkan pasang surut kehidupan.

Psikolog Universitas Pennsylvania Martin E. P. Seligman, PhD, penulis Learned Optimism dan pelopor psikologi positif, adalah orang pertama yang menemukan bahwa gaya penjelasan seseorang cukup stabil dan sering menjelaskan mengapa pesimis gagal ketika optimis berhasil.

Berkat kekuatan pujian mereka, para optimis memiliki waktu yang lebih mudah bahkan ketika ada yang salah.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore