
Mazda CX-80 PHEV yang dijual di Indonesia. (mazda.co.id)
JawaPos.com - Penetrasi kendaraan plug in hybrid electric vehicle (PHEV) masih menghadapi berbagai tantangan di daerah.
Padahal teknologi PHEV mulai dilirik karena dianggap sebagai solusi transisi menuju elektrifikasi otomotif di Indonesia.
Pemicu hambatan itu yakni keterbatasan infrastruktur pengisian daya hingga minimnya edukasi masyarakat. Hal itu menjadi faktor utama yang menghambat adopsi kendaraan jenis ini di luar kota besar.
Di sejumlah wilayah, konsumen masih mempertimbangkan aspek kepraktisan penggunaan kendaraan plug in hybrid. Pasalnya, fasilitas charging station belum tersebar merata sehingga pengguna lebih sering mengandalkan mesin berbahan bakar konvensional dibanding memaksimalkan mode listrik yang menjadi keunggulan utama PHEV.
Selain infrastruktur, tantangan juga datang dari sisi harga kendaraan yang relatif lebih tinggi dibanding mobil bermesin konvensional. Kondisi tersebut membuat pasar kendaraan plug in hybrid di daerah masih terbatas pada kalangan tertentu, terutama konsumen dengan daya beli menengah ke atas.
Melihat hal ini, Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) Jongkie Sugiarto tak memungkiri PHEV masih sedikit kesulitan dalam hal penetrasi di daerah.
“PHEV masih perlu edukasi konsumen, karena teknologi nya agak sedikit unik, tapi sangat banyak positif poinnya,” kata Jongkie saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (20/5).
Bahkan, dia menekankan bahwa edukasi mengenai PHEV di kota-kota besar juga sama kurangnya. Alhasil, banyak masyarakat yang tampak kurang memahami keunggulan maupun kekurangan dari teknologi ini.
“Bukan hanya di daerah, secara keseluruhan , masih banyak yang tidak tahu mengenai PHEV dan REEV,” jelasnya.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Jeritan Puluhan Tenaga Kesehatan PPPK Paruh Waktu di Balai Kota DKI: Gaji Ke-13 Tak Cair
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
