
Ilustrasi mengganti ban ramah lingkungan. (Pexels/Photo by Andrea Piacquadio)
JawaPos.com - Banyak pengendara masih menganggap remeh kondisi ban mobil, padahal ban adalah satu-satunya bagian kendaraan yang langsung bersentuhan dengan jalan. Ban yang terlihat “masih oke” belum tentu aman digunakan, apalagi jika kamu sering berkendara jarak jauh atau melintasi jalanan basah dan rusak.
Menunda ganti ban bukan cuma soal kenyamanan, tapi juga soal keselamatan. Ban yang sudah melewati batas pakai berisiko menyebabkan mobil selip, kehilangan kendali, bahkan pecah di tengah perjalanan.
Supaya kamu tidak salah ambil keputusan, berikut 7 penting yang menunjukkan ban mobil kamu sudah harus segera diganti seperti dirangkum dari laman berbagai sumber.
1. Muncul Benjolan pada Permukaan Ban
Salah satu tanda paling berbahaya adalah munculnya benjolan pada permukaan ban. Benjolan ini menandakan kawat penguat di dalam konstruksi ban sudah putus. Akibatnya, kekuatan ban untuk menahan tekanan udara menurun drastis dan berisiko pecah kapan saja.
Penyebab benjolan umumnya karena tekanan angin yang kurang dari standar atau sering menghantam lubang dan polisi tidur dengan keras. Jika kamu menemukan benjolan sekecil apa pun, jangan tunda—ban tersebut sudah tidak layak pakai dan sebaiknya segera diganti demi keselamatan.
2. Tapak Ban Melewati Batas TWI
Setiap ban mobil dilengkapi dengan Tread Wear Indicator (TWI) sebagai penanda batas keausan. Tanda ini biasanya berupa segitiga kecil di sisi ban atau tonjolan di sela-sela kembang ban.
Jika ketebalan tapak sudah sejajar atau menyentuh TWI, artinya ban kamu sudah aus dan daya cengkeramnya menurun drastis. Ban dengan tapak tipis sangat berbahaya saat digunakan di jalan basah karena bisa menyebabkan aquaplaning atau mobil tergelincir tanpa bisa dikendalikan.
3. Jarak Tempuh Sudah Lebih dari 40 Ribu Km
Selain melihat kondisi fisik, kamu juga perlu memperhatikan jarak tempuh pemakaian ban. Umumnya, ban mobil disarankan diganti setelah menempuh sekitar 40 ribu kilometer. Dengan rata-rata pemakaian 20 ribu km per tahun, ban biasanya perlu diganti setiap dua tahun.
Meski kembang ban masih terlihat cukup tebal, setelah jarak tempuh tersebut elastisitas karet ban akan menurun. Ban menjadi lebih keras dan kehilangan daya cengkeram, terutama saat melintasi jalan licin atau tergenang air.
4. Usia Ban Lebih dari 3 Tahun
Ban bukan hanya aus karena pemakaian, tapi juga karena usia. Meski mobil jarang digunakan, ban yang sudah berusia lebih dari tiga tahun tetap mengalami penurunan kualitas.
Material karet akan mengeras seiring waktu akibat paparan panas dan udara. Akibatnya, ban terasa kurang nyaman, lebih bising, dan lebih rentan retak. Jika kamu jarang memakai mobil sekalipun, ban yang sudah berumur sebaiknya tetap diganti.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022