
Banjir yang merendam ruas Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat hingga Kamis (22/1) malam menyebabkan terjadinya kemacetan panjang. (ANTARA)
JawaPos.com - Musim hujan sering bikin pengendara mobil matic dilema. Di satu sisi harus tetap melanjutkan perjalanan, di sisi lain genangan banjir mengintai dan bisa merusak mesin jika salah langkah. Mobil matic memang dikenal lebih praktis, tapi urusan banjir justru perlu perhatian ekstra.
Banyak kasus mobil matic rusak parah karena menerabas banjir tanpa persiapan yang tepat. Mulai dari mesin mati mendadak sampai kerusakan berat akibat water hammer.
Supaya kamu tidak mengalami hal serupa, simak 6 tips naik mobil matic saat menerjang banjir berikut ini seperti dirancang dari laman blog.ibid.astra.co.id!
1. Pastikan Saluran Udara Aman dari Air
Hal paling krusial yang harus kamu perhatikan sebelum dan saat melewati banjir adalah posisi saluran udara mesin. Pastikan bagian ini tidak kemasukan air, karena jika air masuk ke ruang pembakaran bisa memicu water hammer.
Water hammer adalah kondisi fatal ketika air masuk ke dalam mesin dan membuat piston tidak bisa bergerak normal. Dampaknya bisa sangat serius, mulai dari mesin rusak hingga harus turun mesin. Jadi, sebelum nekat jalan, perhatikan dulu ketinggian air dibanding posisi saluran udara mobilmu.
2. Perhatikan Ketinggian Genangan Air
Idealnya, genangan air yang dilewati tidak lebih dari setengah tinggi roda mobil. Jika air sudah mendekati pintu atau kap mesin, sebaiknya jangan dipaksakan dan cari jalur alternatif yang lebih aman.
Kamu bisa memperkirakan kedalaman genangan dengan melihat kendaraan lain yang melintas lebih dulu. Jika mobil lain terlihat kesulitan atau air sudah terlalu tinggi, itu tanda kamu sebaiknya putar balik daripada mengambil risiko besar.
3. Gunakan Gigi Paling Rendah
Saat melewati banjir, gunakan gigi terendah pada mobil matic, seperti posisi D1 atau L. Penggunaan gigi rendah membantu menjaga putaran mesin tetap stabil dan tenaga mobil lebih terkontrol.
Dengan putaran mesin yang terjaga, gas buang dari knalpot tetap keluar sehingga mengurangi risiko air masuk ke sistem pembuangan. Cara ini juga membantu mobil tidak kehilangan tenaga saat melintasi genangan air.
4. Jalan Perlahan dengan Kecepatan Stabil
Tidak perlu terburu-buru atau menambah kecepatan saat menerjang banjir. Sebaiknya kamu melaju perlahan dengan kecepatan yang konstan agar mobil tetap stabil.
Selain lebih aman untuk mesin, cara ini juga membantu kamu mengantisipasi lubang, batu, atau benda lain di jalan yang tidak terlihat karena tertutup air. Melaju pelan juga mengurangi risiko cipratan air masuk ke bagian mesin..

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
