Ilustrasi rembesan oli di sambungan mesin salah satu penyebab oli mobil cepat berkurang jika seal mesin bocor (Dok. Suzuki)
JawaPos.com - Oli mesin yang cepat berkurang sering menjadi keluhan bagi pemilik kendaraan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor utama, seperti kebocoran, kualitas oli yang kurang baik, dan komponen mesin yang sudah aus. Mengetahui penyebabnya secara tepat sangat penting untuk menjaga keamanan kendaraan, performa mesin, dan menghindari biaya perbaikan yang membengkak.
Dilansir dari laman resmi Suzuki dan AstraOtoshop, volume oli yang berkurang lebih dari 10% di antara waktu penggantian oli bisa menjadi tanda adanya masalah pada mesin. Pada sepeda motor, misalnya, oli yang cepat habis bisa disebabkan oleh penggunaan kendaraan yang ekstrem atau seal oli yang sudah tua dan rusak.
Berikut adalah sejumlah penyebab oli cepat berkurang dan langkah praktis untuk mencegahnya demi menjaga performa mesin tetap optimal.
1. Seal Mesin Bocor atau Packing yang Rusak
Seal mesin atau packing yang berada di sambungan-sambungan bagian mesin dapat mengalami pengerasan, retak atau robek setelah pemakaian lama. Seal mesin yang rusak membuat oli keluar atau merembes di sambungan mesin.
Ketika seal bocor, oli tidak hanya hilang secara eksternal, tetapi juga bisa terserap ke bagian mesin yang panas lalu menguap lebih cepat. Untuk mencegahnya, seal atau packing yang sudah keras atau rusak perlu diganti dengan yang baru dengan spesifikasi sesuai kendaraan.
2. Ring Piston atau Ring Seher Rusak
Ring piston/ring seher merupakan bagian yang menahan agar oli tidak masuk ke ruang pembakaran. Jika ring ini aus atau rusak, oli akan terbakar bersama bahan bakar dan keluar melalui knalpot sebagai asap putih tanda jelas bahwa oli terbuang bukan karena bocor saja.
Kerusakan pada ring piston biasanya terjadi akibat keausan jangka panjang atau pelumasan yang tidak selalu ideal. Bila dibiarkan, hal ini dapat memperparah konsumsi oli, memicu performa menurun, dan menyebabkan overheat. Solusi yang diperlukan adalah penggantian ring piston di bengkel resmi saat gejala awal terdeteksi.
3. Oli Berkualitas Rendah dan Kurang Tahan Panas
Oli dengan kualitas rendah cenderung cepat mengalami degradasi, kehilangan viskositas dan mudah menguap ketika mesin bekerja pada suhu tinggi. Oli yang tidak tahan panas juga tidak mampu mempertahankan lapisan pelindung antar komponen mesin.
Penggunaan oli kualitas buruk diperparah jika kendaraan sering dipakai dalam kondisi berat seperti macet, jalan berbukit, atau beban berat. Untuk mencegahnya, pilih oli yang memenuhi standar pabrikan, tahan terhadap panas dan memiliki rating yang sesuai untuk kondisi penggunaan Anda.
4. Penguapan Oli pada Mesin Panas
Oli akan menguap secara alami dalam jumlah kecil, namun jika mesin sering bekerja dalam suhu panas atau pendingin mesin tidak optimal, jumlah penguapan akan meningkat. Oli bisa menguap sekitar 10 persen dari volume total jika kondisi mesin dan lingkungan seperti panas ekstrem.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
