Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 Juli 2025 | 20.25 WIB

Musim Liburan, Bus Jadi Favorit Warga: Tapi Waspadai Risiko Rem Blong

Ilustrasi bus pariwisata. (Freepik). - Image

Ilustrasi bus pariwisata. (Freepik).

JawaPos.com - Libur sekolah sudah berlangsung cukup lama dan banyak keluarga memanfaatkan momen ini untuk bepergian ke luar kota. Bus pun kembali jadi salah satu pilihan transportasi utama. 

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, sepanjang libur akhir tahun 2024, lebih dari 6,5 juta penumpang menggunakan bus untuk perjalanan jarak jauh, menjadikannya moda transportasi paling populer kedua setelah kereta api.

Namun, di balik tingginya antusiasme ini, aspek keselamatan tak boleh diabaikan. Dalam rentang sepuluh tahun terakhir, tercatat 172 kecelakaan yang melibatkan bus di berbagai wilayah Indonesia. 

Kasus paling baru terjadi di Sidoarjo pada akhir Juni 2025, saat sebuah bus menabrak tiga kendaraan karena mengalami rem blong.

Masalah rem blong bukan hal baru. Menurut Ahmad Juweni, National Sales Manager di sektor kendaraan niaga dari Hankook Tire Indonesia, rem blong masih jadi salah satu penyebab kecelakaan paling fatal pada kendaraan besar seperti bus. 

"Faktor pemicu, mulai dari kerusakan komponen rem, kelebihan muatan, hingga cara pengereman yang tidak tepat," kata Ahmad melalui keterangannya.

Lalu, apa saja langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah insiden serupa?

Perhatikan Beban dan Jumlah Penumpang

Setiap bus memiliki batas berat maksimal sesuai regulasi. Untuk bus besar antar kota, batas berat (JBB) berkisar antara 8.000 hingga 16.000 kilogram. Bila kelebihan muatan — baik dari jumlah penumpang maupun barang bawaan — kinerja rem akan makin berat dan berisiko gagal.

Cek Kondisi Bus Secara Rutin

Setiap kendaraan umum wajib melakukan uji kelayakan berkala (uji kir) setiap enam bulan. Namun di luar itu, operator juga dianjurkan untuk memeriksa sistem rem setelah bus menempuh jarak sekitar 10.000 km. Komponen seperti kampas rem, cakram, hingga minyak rem harus dicek secara menyeluruh.

Hindari Penggunaan Rem Terus-Menerus di Jalan Menurun

Rem yang dipakai terus-menerus di turunan bisa panas berlebih dan akhirnya tidak bekerja maksimal. Pengemudi sebaiknya menggunakan gigi rendah dan mengurangi ketergantungan pada pedal rem. 

Beberapa bus sudah dilengkapi sistem deselerasi tambahan seperti engine brake atau exhaust brake, yang bisa membantu memperlambat laju kendaraan tanpa membebani rem utama.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore