
Ilustrasi: parkir kendaraan secara pararel. (Antara)
JawaPos.com - Bagi banyak pengemudi, parkir kendaraan kerap dianggap sebagai aktivitas sepele. Cukup temukan ruang kosong, tarik tiket, dan tinggalkan kendaraan.
Namun, di balik proses yang tampak sederhana tersebut, terdapat berbagai risiko yang dapat membawa dampak buruk, mulai dari biaya membengkak, kehilangan barang, hingga kerusakan kendaraan akibat memilih tempat parkir yang tidak sesuai.
Salah satu kejadian viral baru-baru ini terkait tagihan parkir yang mencapai ratusan ribu rupiah menjadi pengingat penting bahwa memahami sistem parkir bukan sekadar pilihan, tapi keharusan.
“Banyak orang tidak menyadari bahwa perlindungan konsumen di area parkir juga membutuhkan peran aktif dari pengguna. Dari membaca tarif, menyimpan bukti transaksi, hingga mengetahui jalur pengaduan saat menghadapi masalah,” jelas Charles Oentomo, Presiden Direktur Centrepark, perusahaan pengelola parkir modern di berbagai kota besar Indonesia di Jakarta, Kamis (3/7).
Charles memaparkan enam kesalahan umum yang sering dilakukan pengguna parkir dan berpotensi menimbulkan kerugian secara waktu, finansial, maupun rasa aman. Berikut rinciannya!
1. Masuk Tanpa Mengecek Tarif
Banyak pengendara terburu-buru masuk ke area parkir tanpa membaca informasi tarif yang tertera di pintu masuk. Padahal, sistem tarif sangat bervariasi antar lokasi, ada yang memberlakukan tarif flat, progresif per jam, hingga tarif spesial akhir pekan.
“Biasakan cek papan tarif sebelum masuk. Kalau ragu, tanya petugas atau tekan tombol bantuan. Kejelasan informasi tarif yang terpampang di pintu masuk juga menjadi indikator penting bagi pengguna dalam memilih lokasi parkir yang aman. Selain bentuk transparansi, juga perlindungan bagi konsumen dari potensi tagihan yang tidak wajar,” ujar Charles.
2. Parkir Sembarangan
Tergesa-gesa sering membuat pengendara parkir asal-asalan di ruang yang tampak kosong tanpa memperhatikan marka. Ini bisa menyebabkan kendaraan sulit ditemukan saat dibutuhkan, bahkan mengganggu kendaraan lain.
“Parkir yang rapi dan sesuai marka bukan hanya soal estetika, tetapi juga menyangkut efisiensi ruang, keamanan kendaraan, dan kemudahan dalam sistem pemantauan,” tambah Charles.
3. Tidak Tahu Saluran Pengaduan
Sebagian pengguna merasa kecewa terhadap layanan parkir tapi hanya mengungkapkannya lewat media sosial. Padahal, banyak operator telah menyediakan saluran pengaduan yang jelas.
Untuk antisipasi, simpan atau foto nomor kontak pengaduan yang biasanya tersedia di pintu masuk.
4. Menyimpan Barang Berharga di Dalam Mobil

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
