Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Mei 2025 | 23.07 WIB

Ternyata Begini Cara Kerja Sensor dan Kamera ADAS di Mobil Hyundai

Teknologi keselamatan pada mobil (Dok. iStockphoto)

JawaPos.com - Teknologi keselamatan pada mobil kini semakin canggih. Salah satu komponen terpenting dari sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS) adalah sensor dan kamera yang bekerja secara real-time. Tapi, bagaimana sebenarnya perangkat ini membantu pengemudi menjaga keselamatan di jalan?

ADAS bukan sekadar perangkat lunak pintar. Ia membutuhkan data visual dan jarak untuk bisa mengambil keputusan. Nah, di sinilah peran kamera dan sensor menjadi krusial. Kamera biasanya dipasang di kaca depan, sementara sensor tersebar di bagian depan, samping, hingga belakang mobil.
 
Kamera berfungsi menangkap gambar dan mendeteksi marka jalan, kendaraan lain, pejalan kaki, hingga rambu lalu lintas. Gambar yang tertangkap akan dianalisis oleh sistem komputer di dalam mobil, yang kemudian akan memberikan peringatan atau melakukan tindakan otomatis jika ada potensi bahaya.
 
 
Sementara itu, sensor radar maupun ultrasonik digunakan untuk mengukur jarak dan kecepatan benda di sekitar mobil. Misalnya, saat mobil di depan mendadak berhenti, sensor akan mendeteksi perubahan jarak secara tiba-tiba dan memicu fitur pengereman darurat otomatis.
 
Salah satu fitur andalan Hyundai, Forward Collision-Avoidance Assist (FCA), bekerja dengan kombinasi kamera dan radar ini. Jika mobil mendeteksi kemungkinan tabrakan dari depan, sistem akan memberi peringatan, dan jika tidak ada reaksi dari pengemudi, mobil akan mengerem secara otomatis.
 
Ada juga fitur Lane Keeping Assist (LKA) yang menggunakan kamera untuk membaca marka jalan. Jika mobil terdeteksi keluar jalur tanpa menyalakan lampu sein, sistem akan memberi peringatan dan bisa mengoreksi arah kemudi untuk mengembalikan mobil ke jalurnya.
 
Kamera pada sistem ADAS Hyundai juga memiliki fungsi pengenalan objek dan rambu lalu lintas. Misalnya, saat ada rambu batas kecepatan, kamera akan mengenalinya dan menginformasikan ke pengemudi. Bahkan, sistem bisa menyesuaikan kecepatan secara otomatis sesuai rambu yang terbaca.
 
Sensor belakang juga digunakan pada fitur Blind-Spot Collision-Avoidance Assist (BCA). Saat pengemudi hendak berpindah jalur, sistem akan memberi peringatan jika ada kendaraan di titik buta yang tak terlihat dari spion.
 
Data dari sensor dan kamera ini diolah oleh unit kontrol yang menggunakan teknologi AI. Ini memungkinkan ADAS untuk membuat keputusan dalam hitungan detik, jauh lebih cepat dari reaksi manusia.
 
Dengan teknologi ini, pengemudi tidak hanya lebih aman, tapi juga lebih percaya diri saat berkendara di jalanan yang sibuk. Sistem kamera dan sensor ADAS bekerja senyap di balik layar, namun perannya sangat besar dalam menciptakan pengalaman berkendara yang aman dan nyaman.
 
Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore