ILUSTRASI. Avanza masih jadi tulang punggung penjualan Toyota di GIIAS 2024. (Istimewa)
JawaPos.com - Tepat 21 tahun lalu, yaitu pada bulan Januari 2004, Toyota Avanza generasi pertama resmi diperkenalkan kepada publik. Bersama kembarannya, Daihatsu Xenia, Avanza langsung menjadi primadona mobil keluarga Indonesia hingga kini, bahkan mendapat predikat sebagai mobil sejuta umat.
Saat pertama kali diluncurkan, Avanza memiliki dua pilihan tipe, yaitu E dan G. Keduanya dipersenjatai mesin berkapasitas 1300cc berkode K3-DE dengan transmisi manual lima percepatan. Menyusul pada bulan Juli 2004, Avanza mendapat tambahan satu pilihan tipe, yaitu S.
Sama-sama berkapasitas 1300cc, tetapi mesin pada tipe S berkode K3-VE yang sudah berteknologi VVT-i. Selain itu, tipe S juga bertransmisi otomatis empat percepatan. Populasi Avanza 1.3 S cukup langka karena hanya dijual sebanyak 200 unit di Indonesia.
Perbedaan antar tipe Avanza saat pertama kali diperkenalkan dapat dilihat dari fitur-fitur dan kelengkapannya. Pada tipe E sebagai varian terendah, masih menggunakan velg kaleng berukuran 14 inci. Selain itu, tidak terdapat lampu kabut pada tipe ini dan spion berwarna hitam tidak dicat sewarna bodi.
Masuk ke interior, tipe E juga hanya memiliki AC single blower. Berbeda dengan tipe G yang sudah dilengkapi AC double blower sehingga membuat penumpang baris kedua dan ketiga lebih nyaman.
Pada bagian eksterior, tipe G telah dilengkapi lampu kabut dan spion dicat sewarna bodi. Velg sama-sama berukuran 14 inci seperti tipe E, tetapi sudah menggunakan model alloy.
Sedangkan tipe S sebagai varian tertinggi, memiliki fitur dan kelengkapan yang tidak ada di tipe E dan G. Untuk aspek keselamatan misalnya, Avanza S telah dilengkapi rem ABS (Anti-Lock Braking System).
Bergeser ke interior, tipe ini memiliki fitur open close air untuk mengatur sirkulasi udara kabin. Pada kaca belakang juga terdapat rear defogger yang berfungsi menghilangkan embun sehingga membantu pengemudi ketika berjalan mundur.
Meski telah berusia 21 tahun, Avanza keluaran 2004 tetap banyak dicari hingga saat ini. Pasaran bekasnya juga cenderung stabil.
Berdasarkan penelusuran di situs OLX pada Kamis (2/1), rentang harganya berkisar antara Rp 67 juta hingga Rp 89,5 juta. Tidak berbeda jauh dengan harga baru saat pertama kali diperkenalkan dulu, yaitu Rp 89,5 juta untuk tipe E dan Rp 99,5 juta untuk tipe G.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
