JawaPos.com - Kendaraan bermotor tak hanya memiliki oli mesin, tetapi juga oli gardan. Oli ini berperan penting untuk melumasi transmisi otomatis pada motor matic agar tetap terjaga performanya.
Namun, seringkali pengendara abai untuk mengganti oli ini. Padahal bisa memberikan dampak serius bagi performa dan keandalan motor.
Berikut dampak buruk yang akan terjadi jika jarang mengganti oli gardan!
Performa Menurun
Oli gardan yang tak diganti tentu akan mengakibatkan oli menjadi kotor, yang berakibat pada gesekan berlebih antar komponen gardan.
Tentu hal ini akan mempercepat keausan pada komponen gardan serta menurunkan performa motor yang berakibat pada kenyamanan saat berkendara.
Overheating
Oli gardan yang jarang diganti dan kotor tentu akan membuat sistem pendinginan pada komponen gardan tak berjalan dengan baik.
Kemudian, suhu pada komponen gardan akan cepat naik, sehingga mengakibatkan kelebihan panas atau overheating.
Overheating sendiri bisa mengakibatkan kerusakan serius pada gardan, yang bahkan bisa mengakibatkan gagal total pada transmisi.
Timbulkan Suara Kasar
Jarang mengganti oli gardan, berarti menandakan komponen gardan yang tak terlumasi dengan baik.
Atas hal itu, komponen pada gardan akan lebih sering bergesek satu sama lain, sehingga menimbulkan suara bising atau kasar pada mesin.
Penurunan Performa Gir
Oli gardan yang jarang diganti dan kotor akan mengakibatkan penurunan efisiensi dan performa terhadap gir.
Akibatnya, performa motor akan ikut menurun lantaran terasa lebih berat dan kurang responsif, terlebih saat melakukan perpindahan gigi.
Risiko Kebocoran pada Seal
Oli gardan berfungsi melumasi seal-seal pada sistem transmisi. Maka dari itu, jika oli gardan jarang diganti, maka akan meningkatkan resiko akan kebocoran seal.
Kebocoran ini bahkan bisa mengakibatkan menurunnya jumlah oli gardan serta oli menguap dalam waktu singkat. Yang akan berakhir pada rusaknya komponen gardan.