
Ilustrasi Presiden AS terpiih, Donald Trump, dan berbagai brand otomotif yang ada di pasar AS. (Motor Trend)
JawaPos.com - Amerika Serikat (AS) telah menentukan pemimpin baru mereka selama empat tahun ke depan. Meski belum diumumkan secara resmi, yang dipastikan menjadi Presiden AS adalah Donald Trump. Dia mengalahkan lawannya, Kamala Harris, dalam pemilu beberapa waktu lalu.
Belum juga memimpin, Donald Trump tampaknya sudah membawa ancaman bagi beberapa pihak. Bukan hanya bisnis Tiongkok yang bersiap menghadapi dampak tarif impor yang mungkin diberlakukan Donald Trump selama masa jabatannya, para ahli memperingatkan bahwa produsen mobil Jerman harus siap kehilangan lebih dari 10 persen laba operasi mereka saat ini.
Meskipun Trump belum menjabat, apalagi memberlakukan tarif apa pun, ia telah berbicara serius tentang hal tersebut dan produsen mobil asing jelas tidak dapat menganggapnya sebagai ancaman kosong.
Merek-merek Jerman sendiri mengekspor 583.000 mobil dari Eropa ke AS setiap tahun dan mengirim 343.000 dari Meksiko, menurut data dari Marklines yang dikutip dalam investigasi Handelsblatt.
Dilansir via Carscoops, karena banyak dari hampir satu juta kendaraan tersebut memiliki harga yang tinggi, peningkatan bea masuk yang tajam dari 2,5 persen saat ini menjadi sekitar 12,5 persen dapat terbukti merugikan.
Seorang analis dari bank investasi Stifel Europe memperkirakan produsen mobil Jerman dapat mengalami penurunan laba antara 11 dan 15 persen. BMW sendiri tetap bersikap positif tentang masa depan operasi penjualannya di AS, dan ada alasannya, seperti Mercedes dan VW, BMW memiliki keuntungan memiliki fasilitas produksi di Amerika.
Meskipun ketiga produsen mobil tersebut masih mengekspor ribuan mobil ke AS, mereka dapat menguranginya, dan sebaliknya lebih gencar mendorong kendaraan buatan lokal mereka, atau bahkan menata ulang fasilitas produksi mereka untuk menyiapkan jalur produksi baru di pabrik-pabrik mereka di Amerika.
Namun prospek untuk merek lain kurang pasti. Misalnya saja setiap Porsche yang dijual di AS diekspor dari Eropa, dan model terlaris Audi di Amerika adalah Q5 buatan Meksiko, yang menyumbang sepertiga dari penjualan.
Trump memiliki masalah besar dengan Meksiko, ia bahkan mengusulkan penerapan tarif 200 persen pada mobil yang dikirim dari sana ke Amerika. BMW dan VW juga membuat mobil di Meksiko (begitu pula Toyota, GM, dan Ford), tetapi tidak seperti merek-merek tersebut, Audi dan Porsche tidak memiliki pabrik di AS.
Seperti yang dicatat Handelsblatt, ketidakpastian AS ini datang pada saat yang tidak tepat. Selama bertahun-tahun, Amerika dan Tiongkok telah menjadi pasar ekspor terbesar untuk kendaraan merek Jerman, dan dengan penjualan di Tiongkok yang sedang lesu, hal terakhir yang memberatkan VW, BMW, dan Mercedes adalah gangguan di AS. (*)

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
