![Ratusan Canter ngumpul di acara Jamnas 1O di Kudus. [Istimewa] - Image](https://cdn-assets.jawapos.com/images/1/2023/10/31/Fuso-Kudus-1588706193.jpg)
Ratusan Canter ngumpul di acara Jamnas 1O di Kudus. [Istimewa]
JawaPos.com - Kondisi sulitnya solar subsidi di daerah selain pulau Jawa sudah menjadi rahasia umum. Ini yang membuat Krama Yudha Tiga Berlian Motor (KTB) mengambil langkah dalam penyediaan part khususnya filter oli untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Seperti diketahui, sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah RI dan dunia dalam upaya mengurangi emisi karbon untuk kualitas udara yang lebih bersih, Mitsubishi Fuso mempunyai produk truk canter / colt diesel dan truk fighter yang telah memenuhi standar emisi Euro 4.
Namun kebanyakan para pengguna atau pengusaha untuk mengurangi biaya operasional, tak jarang menggunakan solar subsidi dimana tingkat RON nya rendah. Penggunaan solar tersebut pada produk Canter maupun Fuso Fighter dari Mitsubishi tidak masalah meskipun tidak disarankan.
Namun, konsekwensinya pemilik truk harus lebih cepat mengganti filter oli agar mesin awet. Sebagai ilustrasi bila menggunakan BBM dengan kualitas EURO 4 penggantian oli filter setiap dua bulan. Namun bila menggunakan solar subsidi maka penggantian oli filter lebih cepat sebulan.
"Kita memaklumi kondisi yang ada dilapangan, meskipun mesin kita sudah standar Euro4 tapi masih bisa menggunakan solar biasa. Namun penggantian filter harus lebih cepat," ujar Yogi Krisdian selaku Head of part Business Development Department Krama Yudha Tiga Berlian Motor (KTB), kepada JawaPos.com, (28/2).
Yogi menambahkan ketersediaan part khususnya filter oli setiap daerah mempunyai angka stok yang berbeda-beda, ini disesuaikan dengan marketnya. Dirinya memastikan tidak ada kata indent untuk kebutuhan part fast moving.
"Kita selalu ready untuk part fast moving, karena setiap daerah mempunyai alokasi yang berbeda. Disesuaikan dengan market dan kondisi setempat," ujarnya.
Yang menarik khusus part filter oli merupakan produksi lokal, namun mempunyai standart yang telah ditentukan oleh prinsipel Mitsubishi.
"Untuk part tersebut (Filter Oli) itu produksi lokal kami buat sendiri. Tapi itu berdasarkan standart yang telah ditentukan prinsipel kami. Dengan dibuat di sini (Indonesia) maka harga bisa lebih murah dibanding kita impor," ujar Yogi.
Tingginya kebutuhan filter oli menjadi alasan KTB untuk melakukan produksi sendiri di Indonesia sekaligus bisa menekan harga. Ini menjadi salah satu strategi KTB untuk memberikan kenyamanan konsumen dalam menjalankan bisnisnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
