Ilustrasi rangka eSAF
JawaPos.com-PT Astra Honda Motor (AHM) selaku Agen Pemegang Merek atau APM Honda di Indonesia sedang jadi sorotan tajam. Bagi masyarakat terutama konsumen mereka untuk beberapa tipe skuter matik (skutik), produsen sepeda motor yang masih nomor satu di Indonesia ini dianggap tidak bertanggung jawab atas isu karat, keropos dan patah.
Hal ini menyusul beberapa temuan karat pada rangka skutik Genio, Beat Series, Scoopy dan Vario. Diketahui, model-model skutik tersebut dijual ke pasaran memakai rangka eSAF atau enchanged Smart Architecture Frame, model rangka baru yang secara marketing disebut lebih ringan dan berpengaruh pada kemudahan handling serta konsumsi bahan bakar.
Atas keluhan ini, AHM sejauh ini masih dingin, dan baru mengeluarkan klarifikasi resmi di media sosial (medsos) Instagram mereka. Klarifikasi yang diberikan juga masih dianggap mengambang oleh masyarakat, tidak jelas dan tidak membahas apalagi menyelesaikan inti masalah.
Padahal, keluhan karat, keropos dan bahkan patah pada jenis-jenis skutik Honda yang disebutkan di atas nyata adanya. Bukannya melakukan recall, AHM malah kedapatan menjual rangka eSAF dalam bentuk spare part yang bisa dibeli sendiri secara terpisah oleh konsumen.
Menanggapi hal itu, Kementerian Perhubungan atau Kemenhub tampaknya akan melakukan pemanggilan terhadap AHM selaku pemegang merek dengan logo sayap mengepak itu.
Disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Hendro Sugiatno, pihaknya sudah mengundang pihak AHM untuk hadir menemui pihak Kemenhub. Hal ini lantaran keluhan ini sudah terjadi secara massif, menyangkut masalah keselamatan penggunanya.
"AHM diundang untk menjelaskan isu, masalah patah dan karat pada kerangka produk sepeda motor Honda," kata Hendro saat dikonfirmasi JawaPos.com melalui pesan singkatnya.
Hendro menambahkan, pihak AHM sendiri memastikan akan memenuhi undangan Kemenhub untuk membahas isu tersebut, keluhan karat, keropos dan patah pada produk skutik Honda. AHM disebut akan hadir.
"Hari Senin, tanggal 28 Agustus. Akan hadir (pihak AHM)," papar Hendro.
Sebelumnya, dorongan untuk melakukan recall produk dan bukan sekadar memberikan klarifikasi hanya lewat medsos juga telah diserukan oleh banyak pihak. Salah satunya adalah Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto.
Selain Kemenhub, dirinya juga mendesak Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, berperan aktif menanggapi laporan masyarakat terkait rendahnya kualitas rangka eSAF produksi AHM.
Mulyanto meminta Kementerian Perindustrian segera memanggil dan memeriksa pihak AHM secara objektif. Hal ini terkait produk yang dilaporkan gampang karatan dan patah dan dianggap menyangkut keamanan dan keselamatan masyarakat dalam berkendara.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
