Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 April 2022 | 21.54 WIB

Jangan Panik! Indikator Bensin Tinggal 1 Bar Masih Cukup Sampai SPBU

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Dua tahun berturut-turut tak dizinkan karena pandemi Covid-29, musim mudik Lebaran 2022 kali ini diprediksi bakal mengalami kepadatan. Buat yang sudah kebagian tiket angkutan umum misalnya bus, pesawat atau kereta api, hal tersebut boleh dianggap sebagai keberuntungan tersendiri.

Buat yang nggak kebagian atau memang sengaja memilih kendaraan pribadi khususnya mobil, para pemudik dengan moda ini hendaknya bersiap-siap. Selain kendaraan harus dalam kondisi prima, fisik dan mental pun demikian.

Tak kalah penting adalah memastikan kecukupan BBM di sepanjang jalur mudik. Pelajari terlebih dahulu rute yang akan ditempuh. Jangan lengah. Habis bensin, bisa repot.

Kalau sedang asyik mengemudi atau tidak mendapati adanya SPBU di sepanjang jalur mudik dan tiba-tiba mendapati indikator bensin sisa satu bar atau pada jarum menunjukan level 'E', jangan panik.

Bambang Supriyadi, Technical Service Division Executive Coordinator PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menjelaskan, pada umumnya indikator bensin yang menunjukan level terendah dan menjadi sinyal untuk segera melakukan isi ulang BBM tidak berarti langsung habis saat itu juga.

"Nggak langsung habis terus tiba-tiba mobil langsung mati, nggak. Biasanya masih ada sisa yang cukup untuk lanjut perjalanan dan mencari SPBU atau pengisian bensin terdekat," ujar Bambang kepada JawaPos.com.

Bambang melanjutkan, saat indikator bensin menunjukan level 'E' (pada indikator jarum) atau sisa satu bar (pada indikator digital), rata-rata mobil saat ini masih bisa melaju 50 hingga maksimal 60 km lagi jaraknya.

"Jadi seharusnya masih cukup (untuk mencari SPBU terdekat). Karena memang nggak langsung habis. Biasanya kan setelah itu masih ada mode kedip atau lampu indikator fuel menyala, nah itu tanda berarti BBM semakin tiris," terang Bambang.

Jika mendapati demikian, pengemudi harus langsung segera mencari SPBU. Kalau tidak, mobil bisa mogok karena kehabisan bahan bakar.

"Kalau sekiranya lihat sudah mau habis ya baiknya langsung diisi. Atau supaya aman, pastikan mengisi BBM setiap indikator menunjukan level setengah. Itu lebih baik, jadi perjalanan mudik nggak was-was," tandas Bambang.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore