JawaPos Radar

Knalpot Boleh Dirombak, Sensor O2 Pantang Diganggu Gugat

22/06/2018, 19:46 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Knalpot Boleh Dirombak, Sensor O2 Pantang Diganggu Gugat
Knalpot adalah bagian sepeda motor terfavorit untuk dimodifikasi (Teguh Jiwa Brata / JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Mengganti atau memodifikasi knalpot standar dengan knalpot after market menjadi cita-cita pertama penggila sepeda motor. Mereka ingin sepeda motornya tampil lebih gahar dengan suara menggelegar. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat mengganti knalpot agar performa sepeda motor tetap maksimal.

Umumnya sepeda motor sport dilengkapi dengen teknologi modern. Salah satunya sensor O2 yang melekat di kenalpot aslinya. Peranti itu terletak di leher knalpot yang berfungsi untuk mengukur takaran suplai bahan bakar ke mesin. Sensor O2 mengirim data ke ECU untuk menentukan suplai bahan bakar sesuai dengan kandungan O2. Sehingga porsinya bisa tepat tenaganya kuat dan bahan bakar tidak boros.

Knalpot aftermarket yang tersedia saat ini tidak dilengkapi dengan sensor O2. Jika dipaksakan, ECU harus dimanipulasi agar porsi bahan bakar bisa tepat. Namun dalam praktiknya, sering kali seting ECU tidak pas. Sehingga justru  membuat proses pembakaran menjadi tidak maksimal. Ditandai dengan knalpot yang menembak-nembak saat mesin digeber. Jadi, bagaimana pun, sensor O2 harus tetap dipasang di motor Anda.

Knalpot Boleh Dirombak, Sensor O2 Pantang Diganggu Gugat
Sensor Oksigen di bagian leher angsa knalpot (header exhaust) (Istimewa)

Hal lain yang wajib diperhatikan yaitu kesesuaian ukuran knalpot dengan fairing. Jika hal tersebut diabaikan, fairing bisa menempel di bagian knalpot. Sehingga saat knalpot panas  fairing plastik tersebut meleleh dan merekat di knalpot. Disarankan agar baut ditambah dengan sekat karet agar knalpot tidak menempel di knalpot.

(tjb/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up