
Ilustrasi knalpot motor racing
JawaPos.com - Variasi motor selalu dilakukan. Saat melakukan perubahan, pengendara bisa memilih, apakah untuk tampilan biar enak dilihat atau performa tarikan motor yang wah. Nah, dari modifikasi yang dilakukan, ada kalanya orang-orang melakukan perubahan di knalpotnya, yaitu dengan memboboknya.
Knalpot bobokan digemari, selain dikarenakan lebih murah ketimbang membeli knalpot racing, pemilihan variasi ini dilakukan karena suara yang dihasilkan bisa lebih "ganas". Tapi, apakah berpengaruh ke performa mesin? Sebelumnya, kita ketahui dulu apa itu knalpot bobokan.
"Knalpot bobokan adalah knalpot standar bawaan motor yang silensernya dimodifikasi agar lebih plong. Jadi keluarnya udara dari exhaust, tenaga yang dihasilkan jadi lebih enak dengan kondisi leher knalpot standar," kata pemilik bengkel Vidici Tire Shop, Ucok Marbun, di Vidici Tire Shop, Jl. H. Asnawi No. 23, Beji, Depok, Senin (2/4).
Ia menambahkan, dalam hal meningkatkan performa motor, Ucok menjelaskan bahwa pemakaian knalpot bobokan hanya sedikit sekali berpengaruh bila leher knalpotnya sendiri masih standar. Namun bila ingin mengganti leher knalpotnya juga, pemilik bengkel ini menyarankan agar mesin motornya juga ikut menyesuaikan.
"Nah, kadangkala ada yang suaranya enak tapi kalau kita coba di jalan hasilnya tidak memuaskan, malah drop bila dibandingkan kondisi standar. Ada juga yang suaranya tidak enak atau tidak sesuai keinginan pemilik motor, tapi hasilnya ada perubahan yang positif. Balik lagi, hasilnya tidak terlalu signifikan dalam
perubahannya," tuturnya.
Untuk pemakaian knalpot bobokan di motor standar, Ucok mengatakan bahwa pengendara tidak perlu ikut mengganti leher knalpot. Bila ingin mengganti leher knalpot, mesin juga harus menyesuailan agar tidak 'ngempos'.
"Kalau lehernya diganti, mesin motor juga harus menyesuaikan. Kalau tidak, tenaga motor menjadi ngempos. Saat tenaga motor menjadi ngempos, kita jadi penasaran buka throttle otomatis bensin akan lebih boros," terangnya.
Dari pemakaian knalpot bobokan sendiri, Ucok mengatakan bahwa hanya suara yang bising saja yang dihasilkan. Untuk boros bensin, menurutnya tidak terlalu berpengaruh signifikan. "Kerugian hanya bising. Jaman sekarang kayanya tidak boros bensin karena motor sekarang sudah hampir semuanya sistem injeksi. Knalpot bobokan lebih ke tren suara saja si untuk motor standar," bebernya.
Menurut sudut pandang Ucok, pemakaian knalpot bobokan lebih baik di motor standar. Bila dipakai di motor yang sudah dalam kondisi bore up, perlu perhitungan ulang agar menghasilkan kondisi yang pas.
"Untuk pemakaian knalpot bobokan, lebih baik di motor yang kondisi mesinnya masih standar. Kalau di mesin standar, semuanya masih bisa dihitung. Bila sudah bore up, motor harus benar-benar dihitung ulang lagi," katanya.
Knalpot itu ada in dan out-nya, yaitu in dari keluar mesin, exhaust-nya, masuk ke in silenser. Dari silenser sendiri, baru out atau benar-benar keluar plong. Nah itu mesti harus ada penyesuaikan.
Nah kalau motor bore up, bukan hanya kondisi leher besar saja, tekukan saja berpengaruh. Kebanyakan orang itu mencari knalpot dulu baru main mesin. "Sebenarnya itu kebalik. Yang benar itu main mesin dulu baru knalpot, jadi sesuai," lanjutnya panjang lebar.
Namun, menurut Ucok sendiri, pengguna lebih baik memakai knalpot standar bila motornya sendiri masih standar. Pemakaian knalpot bobokan atau racing, lebih baik dipasang pada motor yang sudah di bore up.
=

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
