Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 Agustus 2017 | 00.40 WIB

Mobil Listrik Nissan Tak Butuh Colokan

HIJAU: Seluruh roda Nissan e-POWER digerakkan motor listrik dan baterai berkapasitas 94 ah. Mesin bensin 34 cc ditambahkan untuk mengisi catu daya sehingga tak membutuhkan asupan listrik. - Image

HIJAU: Seluruh roda Nissan e-POWER digerakkan motor listrik dan baterai berkapasitas 94 ah. Mesin bensin 34 cc ditambahkan untuk mengisi catu daya sehingga tak membutuhkan asupan listrik.

JawaPos.com- Hybrid adalah jembatan dari mesin bensin ke mobil listrik. Percepatan regulasi mobil listrik kini ditunggu agen pemegang merek dan pemain lokal.


Salah satunya Nissan yang memamerkan dua mobil berbasis listrik. Nissan menamai teknologi listriknya dengan e-POWER. Secara umum, mesin listrik Nissan dilengkapi dengan compact lithium-ion battery, generator listrik, inverter, motor listrik output tinggi, dan mesin bensin kecil.


Seluruh roda Nissan e-POWER digerakkan motor listrik. Mesin bensin kecil hanya digunakan untuk membantu mengisi daya ulang baterai. Pengoperasiannya otomatis, menyala dan mati sesuai kebutuhan.


”Tidak seperti kendaraan listrik biasa, e-POWER mengisi daya listrik dari mesin bensin saja, bukan dari power station ataupun charger eksternal,” ujar General Manager R&D Nissan Motor Indonesia Masayuki Ohsugi.


Konsep berbeda dijabarkan BMW. Bila Nissan masih menambahkan mesin bensin, mobil listrik sport premium BMW I3 dan BMW I8 mengandalkan baterai berkapasitas 94 ah dan sebuah motor listrik penambah jarak tempuh (REx). ”Kombinasi motor listrik dan REx membuat I3 mampu melaju hingga 330 km,” terang President Director BMW Group Indonesia Karen Lim.


Semangat membaja untuk mengembangkan mobil listrik juga dirasakan pelaku mobil listrik domestik. Head of Indonesia Electric Vehicle Program sekaligus Ketua Tim Mobil Listrik ITB Agus Purwadi menyatakan, bila regulasi mobil listrik rampung, Indonesia pasti bisa bersaing.


”Membuat motor listrik, Pindad sanggup. Sudah dibuktikan, ada barangnya, bahkan sudah dipakai di kereta api,” katanya.


Agus menilai, industri mobil listrik domestik sebaiknya mulai dari yang low performance seperti public transport berbasis listrik. ”Kita sudah sampai segini, sayang kalau tidak dipakai. Sudah lima universitas yang mengembangkan. Jangan sampai yang memakai nanti luar negeri,” pungkasnya.

Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore