
Ilustrasi hartop yang tengah dibangun ulang
JawaPos.com – Mobil Toyota Hardtop atau Land Cruiser saat ini memang sudah jarang terlihat di jalanan kota maupun pedalaman Indonesia. Meski demikian, ada saja orang yang doyan dengan mobil ini.
Dalam beberapa kesempatan seperti event Klub Indonesia Off-road eXpedition (IOX) Celebes 2017 lalu, beberapa Toyota Hardtop masih menjadi kuda pacu andalan beberapa orang. Hal ini menandakan bahwa masih banyak pecinta mobil Hardtop yang merawatnya dengan baik.
Salah satunya adalah Edi Purnama, pemilik Bengkel Megacitra 4x4 Motorsport yang masih memiliki kemampuan membangun mobil ala Hardtop, di bengkelnya yang terletak di Jl Gunung Raya No 99 Cirendeu Ciputat, Tangerang Selatan.
“Saya masih sering membangun mobil adventure seperti Hardtop, Jimny Sierra dan mobil-mobil seperti Jeep jadul yang dipesan klien. Saya mencintai Hardtop sejak muda dan saya ingin terus memeliharanya,” katanya berbincang dengan JawaPos.com beberapa waktu lalu.
Dalam perbincangan itu, ia menjelaskan bahwa banyak orang menganggap bahwa membangun Hardtop atau mobil sejenisnya sulit. Padahal semuanya bisa dilakukan, bila mereka ingin hunting, mendapatkan bahan dan mulai mencari partner yang tepat untuk membangunnya.
“Kalau mau bangun Hardtop, awalnya bodi dulu yang dibangun. Kalau bodi sudah ada tinggal pilih mau pake part aftermarket atau part originil. Kalau part originil memang harus hunting. Banyak yang bilang part oroginil susah didapatkan di sini. Padahal sebenarnya banyak. Tapi memang harus hinting,” jelasnya.
Untuk membangun Hardtop cukup memakan waktu. Bodi biasanya dikerjakan kurang lebih empat bulan. Setelah bodi difinishing di bengkel, barulah printilan-printilannya seperti jok, setir, dashboard dan part lainnya disesuaikan. Setelah itu tinggal memasang mesinnya.
Dalam pengalamannya lebih dari belasan tahun di dunia Hardtop, para klien umumnya meminta model Hardtop yang originil. Mulai dari model bodinya, dalamnnya seperti jok, setir, lampu hingga kaki-kakinya.
“Untuk waktu bisa 6 bulanan sampai setahun, tergantung ketersediaan part yang diinginkan. Biasanya membangun Hardtop originil yang memakan waktu karena hunting printilannya. Untuk membangun satu unit Hardtop, ongkosnya bisa 100 sampai 250 juta. Semuanya tergantung barang yang diminta klien. Biasanya Hardtop originil lebih mahal,” terangnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
