Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Januari 2026 | 00.57 WIB

Kenali 8 Penyebab Ban Belakang Motor Matic Goyang

Ilustrasi ban motor kempis. (Wahana Honda) - Image

Ilustrasi ban motor kempis. (Wahana Honda)

JawaPos.com - Ban belakang motor matic yang goyang saat berkendara bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat berpotensi membahayakan keselamatan pengendara. Masalah ini sering kali muncul secara perlahan dan dianggap remeh, padahal bisa menjadi indikasi adanya masalah serius pada roda atau komponen lainnya dari motor.

Apabila dibiarkan, kondisi ban belakang yang goyang dapat membuat motor sulit untuk dikendalikan, terutama pada kecepatan tinggi atau saat melintasi jalan yang tidak rata. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami delapan penyebab dan langkah-langkah perbaikan yang tepat agar motor tetap aman dan stabil saat digunakan, seperti yang dirangkum dari laman Suzuki Indonesia.

 1. Usia Komponen yang Terlalu Tua

Usia pakai komponen yang sudah terlalu lama adalah salah satu penyebab paling umum dari ban belakang motor matic yang goyang. Seiring berjalannya waktu, karet pada bos engine mounting bisa mengeras, menjadi getas, bahkan bisa pecah. Hal ini mengakibatkan dudukan mesin tidak lagi kokoh, sehingga roda belakang menjadi tidak stabil saat motor berjalan.

Jika karet engine mounting sudah mengalami kerusakan, solusi terbaik adalah menggantinya dengan yang baru. Proses penggantian ini memerlukan teknik khusus, seperti menghancurkan karet lama dengan menggunakan bor agar lebih mudah dikeluarkan dari lubang crankcase. Karena prosesnya cukup rumit, disarankan untuk mempercayakan pekerjaan ini kepada mekanik yang berpengalaman.

 2. Keausan pada Laher Komstir

Ban belakang yang goyang tidak selalu disebabkan oleh masalah pada roda belakang itu sendiri. Keausan pada laher atau bearing komstir juga dapat memengaruhi kestabilan motor. Ketika komstir mengalami masalah, stang menjadi lebih sulit untuk dikendalikan dan motor terasa oleng saat berkendara.

Keausan ini biasanya terjadi akibat pemasangan komstir yang terlalu kencang, sehingga bearing cepat kering. Banyak pengendara yang keliru mengira bahwa masalah ini berasal dari velg atau sokbreker, padahal sumber masalah sesungguhnya ada pada bagian leher kemudi.

 3. Kerusakan Bearing As Roda Belakang

Bearing as roda belakang memiliki peranan penting dalam menjaga putaran roda tetap presisi. Jika bearing ini mulai aus atau mengalami kerusakan, roda belakang bisa terasa meleset dan tidak sejajar saat motor melaju, sehingga menimbulkan efek goyang.

Kerusakan pada bearing as roda belakang sering kali disebabkan oleh oli gardan yang jarang diganti. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk rutin mengganti oli gardan sesuai dengan jadwal yang ditentukan agar komponen ini tetap terlumasi dengan baik dan tidak merusak bagian lainnya.

 4. Masalah pada Bearing Roda Depan

Meskipun terletak di depan, kerusakan pada bearing roda depan juga dapat memengaruhi kestabilan motor secara keseluruhan. Karat pada bearing akibat jarang dibersihkan dapat membuat putaran roda tidak mulus dan pada akhirnya berdampak pada keseimbangan motor.

Jika dibiarkan, bearing yang berkarat bisa jebol dan memperburuk kondisi motor. Oleh karena itu, membersihkan roda secara rutin, terutama setelah melewati jalan yang becek atau saat hujan, dapat membantu mencegah masalah ini.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore