
ILUSTRASI: Waspada sparepart mobil palsu. (Rian Alfianto/JawaPos.com)
JawaPos.com - Sparepart atau suku cadang kendaraan palsu yang kian mudah ditemui di pasaran. Para pemilik mobil kini dituntut untuk lebih cermat saat mengganti komponen kendaraan.
Suku cadang palsu tidak hanya berharga murah, penggunaan bisa berujung fatal. Mulai dari penurunan performa hingga risiko kecelakaan akibat kerusakan sistem vital kendaraan.
Kesadaran inilah yang coba ditanamkan lewat kegiatan edukatif bertajuk Part Bazaar & Warehouse Visit di pusat distribusi suku cadang Daihatsu, Cibitung, Jawa Barat.
Dalam kegiatan itu, puluhan perwakilan komunitas otomotif diajak langsung melihat bagaimana proses pengelolaan suku cadang dilakukan, dari pengecekan kualitas hingga distribusi ke bengkel resmi.
Namun di luar acara itu, pesan utamanya jelas: pengguna kendaraan, apa pun mereknya, perlu memahami bagaimana cara membedakan suku cadang asli dan tiruan.
Menurut para teknisi yang hadir, ada beberapa hal mendasar yang bisa jadi panduan. Pertama, perhatikan kemasan dan label resmi. Suku cadang asli selalu memiliki kode part yang jelas, tercetak rapi, dan mudah dilacak ke produsennya.
Onderdil palsu biasanya meniru desain kemasan tapi sering keliru dalam penulisan atau kualitas cetak. Kedua, cek asal pembelian.
Banyak kasus menunjukkan onderdil palsu beredar di toko daring tanpa verifikasi resmi. Sebaliknya, membeli dari bengkel resmi atau toko suku cadang berlisensi memastikan komponen yang digunakan sesuai standar pabrikan dan bergaransi.
Ketiga, jangan tergoda harga miring. Suku cadang asli memang cenderung lebih mahal, tapi sebanding dengan kualitas dan daya tahannya.
Onderdil tiruan mungkin tampak serupa, namun material dan presisinya sering kali jauh di bawah standar, yang justru mempercepat kerusakan komponen lain di kendaraan.
Daihatsu, misalnya, bahkan mengklasifikasikan suku cadangnya menjadi tiga kategori, Daihatsu Genuine Parts (DGP), Daihatsu Value Parts (DVP), dan ADM Parts, untuk memudahkan konsumen menyesuaikan kebutuhan dan anggaran tanpa mengorbankan kualitas.
Pendekatan seperti ini diyakini bisa menjadi contoh bagi pemilik kendaraan lain dalam memilih suku cadang yang tepat.
Selain edukasi, kegiatan di Cibitung itu juga membuka kesempatan bagi komunitas untuk mendapatkan suku cadang orisinal, termasuk untuk model klasik seperti Taruna atau Zebra, yang kini mulai langka di pasaran.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya minat terhadap produk yang ditawarkan, bukan karena diskonnya, tetapi karena jaminan keasliannya.
“Melihat langsung bagaimana ketatnya proses distribusi spare part membuat kami makin yakin pentingnya menggunakan suku cadang asli,” ujar Endang Sugiantono, Ketua Umum Daihatsu Xenia Indonesia Club (DXIC), yang turut hadir dalam kegiatan itu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
