Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Mei 2025 | 01.15 WIB

Daihatsu Ungkap Sedikitnya Hari Efektif jadi Penyebab Penjualan Mobil pada April Menurun

Ilustrasi: Daihatsu Rocky dibangun di atas platform DNGA. (Rian Alfianto/JawaPos.com). - Image

Ilustrasi: Daihatsu Rocky dibangun di atas platform DNGA. (Rian Alfianto/JawaPos.com).

JawaPos.com - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) turut menanggapi perihal penjualan mobil retail sales yang menurun hingga 25,5 persen secara month-to-month (MtM) dari Maret ke April 2025. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), pada Maret sendiri penjualan mobil menyentuh angka 76.582, sedangkan April turun di angka 57.031.

Marketing Director PT ADM, Sri Agung Handayani, mengungkapkan, penjualan pada April sebenarnya termasuk baik. Hanya saja, hari libur terlampau panjang sehingga mengurangkan hari efektif penjualan.

“April sebenarnya secara daily-nya mungkin masih baik ya, karena hari efektif lebaran kali ini terlalu panjang. Jumlah hari kerja kita kemarin efektif mungkin 2 minggu ya. 17 hari secara orang lapangan, tapi aktual di operation-nya mungkin tidak 17 hari, di masyarakat luas itu lebih pendek lagi,” kata Sri Agung saat ditemui di Kabupaten Tangerang, Minggu (18/5).

Alhasil, Sri Agung beranggapan bahwa penurunan ini bukan disebabkan oleh industri otomotif, melainkan konsumsi yang secara umum memang berkurang.

Terkait terjadinya penurunan pada April, dia berharap pada Mei ini hasilnya akan menjadi lebih baik. Bahkan, ia mengaku masih menaruh optimisme terhadap penjualan pada pasar otomotif.

“Masih optimis dalam artian, ini kan masalah sedikit makro ya. Jadi kita lihat sekarang yang paling kelihatan adalah GDP. Awalnya kita memprediksi tahun ini adalah 5,1 tapi pergerakan kemarin kita lihat di 4,8,” jelas dia. 

“Walaupun inflasi turun, mungkin ini juga mengindikasikan, tidak ada indikasi demand supply yang tumbuh. Demand supply itu bukan di dunia otomotif, tapi sekali lagi, konsumsi itu ada daripada kebutuhan pokok,” imbuhnya.

Di sisi lain, Sri Agung mengakui penjualan otomotif pada tahun ini sangat jatuh, terutama pada Januari 2025. Meskipun pada Februari dan Maret sempat membaik.

“Di Januari market itu sangat drop, tapi perjalanan Februari sebenarnya lebih bagus ya. Kita udah agak GR. Tapi ternyata Maret peak yang tertinggi di dalam konsumsi,” tukas dia.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore