Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 April 2018 | 18.57 WIB

Ingin Bore Up Motor, Bro? Pastikan Digarap Mekanik Andal

Ilustrasi mesin matic bore up untuk drag race - Image

Ilustrasi mesin matic bore up untuk drag race

JawaPos.com - Setiap motor sudah mempunyai sendiri kapasitas cc-nya. Tiap Agen Pemegang Merek (APM) membuat produknya sesuai standar agar pengendara bisa mengendarai motornya secara aman dan nyaman. 


Meski motor telah dirancang sesuai spesifikasi dan peruntukannya, namun banyak orang ingin melakukan bore up. Sebenarnya apa itu bore up? Secara umum, bore up adalah suatu cara untuk menaikkan kapasitas cc kendaraan dari standar pabrikan.


Mekanik di bengkel Ahass Honda 7241, Depok, Toto menjelaskan, bila motor ingin di-bore up, pemiliknya harus mencari mekanik yang mumpuni dan ahli mesin. Menurutnya, salah pilih mekanik, bisa menyebabkan kerugian yang tak kecil.


"Cari mekanik yang andal atau tahu betul mengenai mesin. Mekanik harus tahu perhitungan dalam melakukan bore up. Salah perhitungan, motor bisa turun mesin bahkan jebol," katanya, di bengkel Ahass Honda 7241, Jalan Tole iskandar No. 9 Depok, Jawa Barat, Selasa (10/4).


Ia menambahkan, terkadang mekanik saat melakukan bore up tidak memperhatikan suplai pengapian. Menurut Toto, bore up motor, harus diperhitungkan secara tepat agar motor tidak keluar masuk bengkel lagi. "Misalkan motor matic berubah seher, lubang porting, noken as, dan perangkat power lainnya. Di sini, pengapian harus dirubah ulang sesuai kebutuhan bore up. Jadi, hasil pembakaran dari busi dilihat," lanjutnya.


Perhitungan bore up pun harus sesuai. Misalnya penggantian seher ataupun mengubah derajat noken as. "Contohnya, kita mau membuat noken as dari derajat standar lalu diubah ke 273 derajat atau 276 derajat. Itu harus dipikirkan agar overlap sesuai," imbuhnya.


Kesalahan perhitungan akibatnya fatal. Lanjut Toto, motor bisa turun mesin bahkan meledak. Oleh karena itu, ia menganjurkan bila ingin bore up, costumer harus mencari mekanik yang benar-benar handal dalam urusan bore up.


"Terkadang ada mekanik yang ingin membuat noken as tapi tidak melihat overlap. Akibatnya, klep ketemu klep atau klep ketemu piston jadinya tabrakan dan akhirnya patah. Malah, bisa meledak. Ada juga mekanik yang tidak melihat tinggi antara pen piston yang bertemu dengan body piston di antara liner atas. Itu harus diukur seperti dikurangi berapa milimeter (ml), diturunkan berapa ml, dan lainnya. Banyak risiko dari bore up yang penting pilih mekaniknya yang memang berpengalaman," tutupnya. 

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore