
Ilustrasi: Merger Nissan dan Honda dan Mitsubishi bakal jadi perusahaan otomotif terbesar ketiga di dunia. (Carscoops).
JawaPos.com – Kolaborasi merger antara Nissan, Honda, dan Mitsubishi berpotensi tak hanya mengguncang industri otomotif Jepang. Melainkan juga hierarki produsen mobil global.
Bahkan, mantan CEO Nissan-Renault, Carlos Ghosn, mengatakan, bahwa merger ini bukanlah kemitraan, melainkan rumah jagal di mana Nissan adalah pihak yang tak beruntung. Honda merupakan pihak yang akan memanfaatkan momentum ini.
Bahkan, Ghosn mengisyaratkan sesuatu yang besar akan terjadi saat ketiga produsen mobil itu mengumumkan rencana untuk berkolaborasi dalam pengembangan perangkat lunak, dan berbagi biaya R&D untuk elektrifikasi pada Agustus lalu.
Dia menggambarkan kesepakatan ini sebagai pengambilalihan terselubung. Meskipun kolaborasi ini dianggap sebagai merger, ia yakin bahwa Honda akan menjadi pihak yang mengambil keputusan.
"Nissan dalam mode panik, mencari seseorang untuk menyelamatkan mereka dari situasi ini karena mereka tidak mampu menghasilkan solusinya sendiri," kata Ghosn seperti dikutip dari Carscoops, Jumat (12/27).
Pada kemitraan ini, Ghosn tak menampik bahwa Honda akan menjadi sosok pemimpinnya. Dia pun mengaku miris dengan kondisi yang terjadi saat ini.
"Sangat menyedihkan untuk dilihat. Setelah memimpin Nissan selama 19 tahun dan membawa Nissan ke garis depan industri, untuk melihat bahwa mereka akan menjadi korban pembantaian, karena ada duplikasi total antara Nissan dan Honda,” ungkap dia.
Jika kesepakatan tercapai, tentu merger ini akan memiliki induk bagi kedua merek dan terdaftar di Bursa Efek Tokyo. Honda akan mencalonkan sebagian besar anggota dewan perusahaan lantaran memiliki kapitalisasi pasar yang hampir empat kali lipat dari Nissan.
Bahkan, Honda bisa menjadi produsen mobil terbesar ketiga di dunia berdasarkan penjualan kendaraan, hanya di belakang Toyota dan VW Group.
"Praktis tidak ada saling melengkapi di sini. Yang berarti, jika mereka ingin bersinergi, itu akan terjadi mungkin melalui pengurangan biaya, duplikasi rencana, duplikasi teknologi. Dan kita tahu persis siapa yang akan menanggung akibatnya. Mitra yang akan menanggungnya adalah Nissan," ucap Ghosn.
Sementara itu, CEO Honda, Toshihiro Mibe, bersikeras bahwa penggabungan tersebut tidak akan berlanjut kecuali kedua merek bisa membuktikan bahwa mereka mampu berdiri sendiri.
Namun, Ghosn menyatakan keraguannya tentang kemampuan Nissan untuk bangkit sendiri, bahkan dengan rencana restrukturisasi yang diumumkan pada November kemarin.
Sebagai bagian dari rencana ini, Nissan bermaksud untuk memangkas 9.000 pekerjaan dan mengurangi kapasitas produksi global sebesar 20 persen dalam upaya untuk menjadi lebih ramping dan lebih tangguh.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
