Ilustrasi: Mengatur sensitivitas alarm mobil. (Kidsgrowtalent).
JawaPos.com - Alarm mobil adalah salah satu fitur keamanan yang penting bagi pemilik kendaraan dalam hal ini mobil. Fungsi alarm ini bisa menghindarkan pemilik mobil dari bahaya pencurian yang masih marak terjadi.
Alarm mobil sendiri bekerja dengan cara yang relatif rumit, terutama sensor yang digunakan untuk mendeteksi ancaman. Sebagian besar alarm mobil modern menggunakan sensor guncangan atau dampak yang mendeteksi getaran.
Dilansir dari Tiga Sumber Audio, pertama, alarm mobil bekerja berdasarkan mekanisme deteksi. Sensor guncangan dalam alarm mobil umumnya menggunakan elemen piezoelektrik atau massa kecil yang terpasang pada pegas.
Ketika mobil mengalami getaran atau dampak, elemen ini menghasilkan sinyal listrik. Sinyal ini kemudian diproses oleh unit kontrol alarm mobil.
Selanjutnya adalah proses pengolahan sinyal. Pada tahap ini yang bekerja adalah unit kontrol alarm. Komponen ini diprogram untuk mengenali pola spesifik dari getaran yang menandakan adanya ancaman, seperti seseorang yang mencoba membobol mobil.
Jika pola getaran yang terdeteksi cocok dengan pola yang dianggap sebagai ancaman, maka alarm akan berbunyi.
Sementara mengacu pada laman Daihatsu, sensor alarm mobil terdiri atas beberapa jenis, yang pertama adalah pintu. Sensor dalam mobil kebanyakan berbentuk switch yang dipasang di pintu. Saat pintu dibuka, switch akan mengirim sinyal ke unit kontrol.
Kemudian ada sensor gerakan yang akan mengirim sinyal ke unit kontrol jika terjadi getaran atau mobil terguncang. Lalu ada pula sensor mikrofon atau tekanan yang mendeteksi tingkat suara yang tidak terlalu keras seperti kaca pecah yang menandakan upaya pencurian serta sensor tekanan jika ada upaya buka pintu secara paksa.
Sinyal-sinyal yang ditangkap melalui sensor akan dikirimkan ke unit kontrol. Kemudian control unit mengaktifkan output seperti sirine atau lampu kedip. Kebanyakan control unit menggunakan transmitter gelombang radio.
Sirine merupakan salah satu fitur alarm mobil yang mudah dikenali. Suara yang dikeluarkan sering kali dianggap mengganggu. Tingkat kebisingannya pun beragam tergantung merek alarm mobilnya.
Prinsip kerjanya pun mengandalkan transmisi sinyal yang ditangkap, kemudian mengeluarkan suara dari perangkat speaker. Begitu juga pada lampu kedip.
Sirine yang berbunyi dan lampu kedip merupakan output yang ditransmisikan melalui sinyal yang ditangkap sensor atas perintah dari unit kontrol. Dua output inilah yang menjalankan fungsi sebagai tanda peringatan jika terjadi sesuatu.