Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 Oktober 2024 | 18.50 WIB

Ciri Tensioner Motor Rusak, Kenali Sebelum Bertambah Parah dan Menguras Isi Dompet

Ilustrasi: Part rantai keteng dan tensioner sepeda motor. (Federal Oil). - Image

Ilustrasi: Part rantai keteng dan tensioner sepeda motor. (Federal Oil).

JawaPos.com - Part atau komponen pada sepeda motor tidak ada yang tidak bisa rusak sekalipun parts tersebut terbuat dari material yang sangat baik. Seiring dengan intensitas pemakaian,komponen pada kendaraan bermotor akan mengalami kerusakan.
 
Kerusakan sendiri bisa terjadi karena kesalahan pengguna atau memang pemakaian komponen sudah waktunya harus diganti, seperti misalnya kerusakan pada tensioner. Apa itu tensioner sudah kami jelaskan pada artikel sebelumnya.
 
Jika tensioner pada motor mengalami kerusakan, dapat menyebabkan masalah dan bisa menghambat kinerja mesin motor. Dilansir dari Federal Oil, berikut ini tanda-tanda yang harus kamu pahami untuk memeriksa apakah tensioner masih berfungsi optimal atau berpotensi rusak.
 
 
Muncul Suara Berisik
 
Munculnya suara berisik, ngelitik atau gemericik saat mesin motor dinyalakan atau sedang berjalan adalah ciri pertama kerusakan komponen yang satu ini. Suara ini timbul karena komponen tidak lagi menahan rantai keteng dengan benar. 
 
Alhasil, terbuka dan tertutupnya klep juga menjadi tidak akurat. Sementara itu, jika bunyi berisik memang sudah muncul sejak awal mesin dinyalakan, bisa jadi suara tersebut hanya berasal dari rantai keteng.
 
Cobalah untuk membedakan asal bunyi berisik tersebut, dengan begitu bisa diketahui dari mana sebenarnya sumber masalahnya. Jadi tidak salah diagnosis dan tidak salah dalam mengambil tindakan berupa penggantian part.
 
Tuas Setelan Tensioner Kendor
 
 
Anda juga hisa menguji suara dengan menekan tonjokan tensioner dengan cara ditekan, apabila saat ditekan masih keras tandanya komponen ini masih berfungsi baik. Sebaliknya, jika mudah ditekan, berarti komponen telah aus dan harus segera diganti.
 
Selain dengan cara mengganti, pemilik kendaraan biasanya mengatasi hal ini dengan menggunakan las paten, namun baiknya disesuaikan kembali dengan merek yang digunakan pada kendaraan. Sebab, ada beberapa merek yang tidak bisa dilas paten sehingga harus diganti yang baru.
 
Selanjutnya, Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka Anda harus melakukan perawatan secara rutin terhadap komponen tersebut. Sebab komponen ini jika rusak, maka biaya perbaikan atau penggantian part-nya tergolong mahal.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore