Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 April 2024 | 21.02 WIB

Mobil Digunakan untuk Mudik, Air Radiator Jangan Diisi Air Mineral, Dampak Negatifnya Bahaya Banget

Air radiator mobil wajib diisi coolant. - Image

Air radiator mobil wajib diisi coolant.

JawaPos.com - Semua pabrikan otomotif Indonesia saat ini sudah merekomendasikan coolant sebagai air radiator mobil yang tepat. Namun, air mineral yang lebih murah dan mudah didapatkan biasanya menjadi pilihan sebagian besar pemilik mobil, padahal ini bisa memberikan efek negatif pada mesin.

Perlu diketahui bahwa fungsi dari cairan pada radiator bukan hanya untuk mendinginkan mesin saja. Cairan ini dirancang khusus agar titik didihnya lebih tinggi sehingga tidak mudah menguap dan menyebabkan karat, ini perlu diperhatikan terlebih jika mobil hendak dipakai menempuh perjalanan jauh mudik Lebaran.

Dampak Mengisi Radiator Mobil dengan Air Mineral

Meski sama-sama cair, air tidak memiliki sifat yang sama seperti coolant. Titik didihnya lebih rendah sehingga lebih mudah menguap. Karena itu, ada beberapa dampak negatif yang dapat terjadi saat menggunakan air mineral sebagai air radiator.

1. Berpotensi Membuat Mesin Overheat

Seperti yang telah kita ketahui bahwa air memiliki titik didih pada angka 100 derajat celcius. Sementara itu, saat bekerja mesin mobil bisa mencapai lebih dari 100 derajat celcius.

Akibatnya, ketika Anda menggunakan air mineral sebagai cairan untuk mengisi radiator mobil, maka komponen pendingin mesin tidak akan bisa meredam suhu panas dari kendaraan saat melaju.

Jika digunakan dalam waktu yang lama, cairan tersebut akan lebih mudah habis karena terjadi penguapan berlebih dan menyebabkan mesin overheat. Hal ini bisa berpotensi merusak beberapa komponen mesin lainnya.

Meskipun menggunakan air mineral tampak lebih hemat, tapi jika hal ini sampai terjadi Anda justru bisa kebobolan biaya untuk perbaikan mobil.

2. Penyebab Karat

Tidak hanya berpotensi overheat, air mineral juga dapat menyebabkan korosi pada pelat logam radiator. Berbeda dengan coolant yang sudah dilengkapi dengan zat anti karat, air mineral justru mengandung beberapa zat penyebab karat.

Karat ini bisa terjadi karena adanya proses oksidasi yang terjadi pada saat air menguap. Apabila sudah muncul karat, bisa menyebabkan residu kotoran bisa menimbulkan keropos pada komponen radiator hingga jebol.

3. Bikin Mesin Jadi Loyo

Penggunaan air mineral pada radiator juga dapat menghambat tarikan mesin. Ini merupakan efek lanjutan dari radiator yang berkarat. Biasanya, efek ini tidak dirasakan secara langsung dan membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Ketika karat sudah muncul, maka internal dari sistem pendingin bisa mengalami kerusakan yang tidak dapat dihindari. Pastinya, dana perbaikannya pun akan jauh lebih mahal dibanding dengan biaya mengganti cairan radiator mobil menggunakan coolant.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore