Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 November 2022 | 02.53 WIB

Ketahui Ciri-ciri Shockbreaker Mobil Rusak dan Simak Solusinya

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Shockbreaker yang bermasalah bakal membuat kenyamanan berkendara terganggu. Mobil akan terasa tidak halus jalannya, yang akibatnya juga bisa pada keselamatan pengemudi dan penumpang di dalam mobil. Biasanya, ciri shockbreaker mobil rusak bisa dilihat dari kondisi mobil saat berjalan.

Shockbreaker merupakan alat yang diperlukan untuk meredam goncangan ketika mobil sedang berjalan. Dengan adanya shockbreaker ini, mobil menjadi lebih stabil saat ada goncangan, misalnya di jalan yang tidak rata. Adanya kerusakan pada alat ini dapat diketahui dengan melihat tanda-tanda yang terjadi.

Dikutip dari laman resmi Suzuki, ada beberapa ciri atau tanda bahwa shockbreaker rusak dan bermasalah. Misalnya saat dilihat ketika mobil sedang diparkir di tempat yang rata.

Pada posisi ini akan terlihat, posisi mobil tidak seimbang, dan terlihat seperti tinggi sebelah atau miring ke salah satu sisi. Cara lain untuk mengetahuinya adalah dengan melihat jarak antara ban dan spakbor, pada saat mobil diparkir di tempat yang rata.

Biasanya jarak setiap roda dengan spakbor tidak sama atau berbeda-beda. Hal ini menandakan, kondisi shockbreaker mengalami kerusakan.
Yang sering terjadi, shockbreaker yang sering mengalami kerusakan adalah di bagian kiri.

Hal ini terjadi, karena mobil sering meredam hentakan keras berkali-kali, akibat kondisi jalan yang tidak rata. Berjalan di lajur kiri, yang menyebabkan shockbreaker yang rusak sering terjadi di bagian kiri.

Kemudian, shockbreaker yang mengalami kerusakan juga bisa mengakibatkan ban mobil menjadi cepat aus dan akhirnya tidak rata. Bagian ban yang aus ini bisa terjadi pada sisi luar ban, dan bisa juga di bagian dalam. Lebih parah lagi, aus pada ban juga bisa terjadi pada beberapa ban sekaligus.

Ban aus terjadi akibat pemasangan kaki-kaki shockbreaker secara keseluruhan yang kurang pas. Hal ini mengakibatkan fungsi shockbreaker menjadi lemah. Aus pada ban yang terjadi pada bagian dalam biasa disebut camber negatif. Sebaliknya, bila terjadi pada bagian kanan disebut camber positif.

Untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya, bisa dilakukan dengan spooring. Apabila aus sudah parah, sebaiknya ban segera diganti dengan yang baru. Apalagi karena mengendarai mobil dengan kondisi ban aus, bisa membahayakan keselamatan.

Ciri-ciri shockbreaker mobil rusak juga ditunjukkan dengan adanya cairan oli yang merembes keluar. Keadaan ini terjadi akibat adanya kebocoran pada dinding tabung shockbreaker akibat tabung tergores, sehingga cairan bisa merembes. Kerusakan ini terjadi pada mobil dengan suspensi fluida.

Kebocoran yang mengakibatkan oli merembes ini bisa disebabkan oleh seal yang robek akibat kotoran yang mengeras, dan bisa juga disebabkan oleh kebocoran pada tabung shockbreaker yang lama kelamaan akan menyebabkan gejala lain seperti bunyi kasar, mengayun berlebih dan sebagainya.

Untuk memperbaiki shockbreaker yang mengalami kerusakan, sebaiknya dilakukan oleh ahlinya. Tetapi, kerusakan shockbreaker ini bisa dicegah atau diminimalisir dengan beberapa cara, serta melakukan tindakan tertentu agar kerusakan tidak semakin parah sebelum dilakukan penggantian.

Misalnya, kondisi jalanan memang tidak semuanya mulus dan rata. Untuk menjaga agar shockbreaker tidak cepat rusak, sebaiknya sebisa mungkin untuk menghindari jalanan yang rusak atau tidak rata. Karena kondisi jalan yang demikian akan membuat shockbreaker rawan mengalami kerusakan.

Kerusakan pada shockbreaker bisa disebabkan oleh pemasangan dan setelan kaki-kaki yang tidak tepat yang mengakibatkan shockbreaker menjadi lemah dan tidak bisa berfungsi secara maksimal.

Apalagi, kerusakan komponen yang satu ini juga bisa berakibat pada kerusakan komponen lainnya. Oleh karenanya, melakukan pemasangan shockbreaker sebaiknya dilakukan oleh ahlinya, yaitu dengan mendatangi bengkel yang terpercaya.

Untuk mengetahui apakah shockbreaker mobil mengalami kerusakan bisa dilakukan sendiri di rumah. Caranya, posisikan mobil di tempat yang rata. Setelah itu, perhatikan mobil dari bagian depan. Apabila posisi mobil terlihat rata dan lurus, artinya shockbreaker masih normal.

Akan tetapi, bila mobil terlihat miring ke satu sisi, kemungkinan shockbreaker rusak dan sebaiknya segera dibawa ke bengkel. Selain itu, Anda juga bisa melakukan tes tekan, yaitu dengan meletakkan kaki di bagian bumper, lalu memindahkan beban tubuh ke bagian tersebut.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore